1. KEUANGAN NEGARA
Keuangan negara terdiri dari pendapatan, pengeluaran, dan hutang pemerintah. Penerimaan pemeritah meliputi penerimaan pajak, penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan barang dan jasa yang dimiliki dan dihasilkan oleh pemerintah, pinjaman pemerintah, mencetak uang dan lain sebagainya. Di dalam kenyataannya kita tidak dapat menarik suatu batas yang tegas dari macam-macam sumber penerimaan pemerintah, tetapi walau demikian sumber-sumber penerimaan pemerintah ataupun cara-cara yang dapat ditempuh pemerintah untuk mendapatkan uang pada pokoknya dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Pajak ialah pembayaran iuran oleh rakyat kepada negara yang dapat dipaksakan dengan tanpa balas jasa secara langsung, misalnya pajak kendaraan bermotor, pajak rumah tangga dan lain-lain.
b. Retribusi ialah suatu pembayaran dari rakyat kepada pemerintah dimana kita dapat melihat adanya hubungan antara balas jasa yang langsung diterima dengan adanya pembayaran retribusi tersebut.
c. Keuntungan dari perusahaan-perusahaan negara, yang berasal dari penjualan barang-barang yang dihasilkan perusahaan-perusahaan negara.
d. Denda-denda dan perampasan yang dijalankan oleh pemerintah.
e. Sumbangan masyarakat untuk jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah, misalnya biaya-biaya perijinan (lisensi), pembayaran tol dan lain-lain.
f. Pencetakan uang kertas
g. Pinjaman, baik pinjaman dalam negeri maupun luar negeri.
h. Hadiah, sifatnya volunter dengan tanpa balas jasa baik langsung maupun tidak langsung.
Pengeluaran pemerintah dapat bersifat exhaustive dalam hal ini berupa Govenrment Expenditure (G), yang disebut juga pengeluaran konsumsi pemerintah, yaitu meliputi semua pengeluaran pemerintah dimana atas pengeluaran tersebut pemerintah secara langsung menerima balas jasanya. Misalnya pembayaran gaji pegawai, pembelian barang dan jasa dalam berbagai bentuk dan lain-lain, dapat pula berupa Government Transfer/transfer payment (Tr) yaitu pengeluaran pemerintah dimana atas pengeluaran tersebut pemerintah tidak menerima balas jasa secara langsung. Misalnya pembayaran uang pensiun, beasiswa, pemberian subsidi pemerintah pada perusahaan
Seperti disebutkan diatas, hutang/pinjaman pemerintah, baik pinjaman dalam negeri maupun pinjaman luar negeri, memperbesar jumlah penerimaan. Adapun definisinya sebagai berikut:
a. Pinjaman dalam negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga sebagai penduduk negara itu sendiri atau dalam lingkungan negara itu sendiri. Dapat bersifat paksa maupun sukarela.
b. Pinjaman luar negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga negara lain. Bersifat sukarela, terkecuali bila ada kekuasaan dari suatu negara atas negara lain.
Pada dasarnya, pinjaman, baik pinjaman dalam negeri maupun pinjaman luar negeri diperoleh dari:
a. Individu dalam masyarakat
b. Perusahaan
c. Bank Umum
d. Bank Sentral
Semua pinjaman, baik pinjaman dalam negeri maupun pinjaman luar negeri, mempunyai beban yaitu adanya bunga.
2. KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
Sedangkan anggaran belanja negara pada garis besarnya terdiri dari:
1. Penerimaan
Dimana, penerimaan diasumsikan hanya penerimaan dari pajak, yaitu pembayaran iuran oleh rakyat kepada negara yang dapat dipaksakan dengan tanpa balas jasa secara langsung,misalnya pajak kendaraan bermotor, pajak rumah tangga dan lain-lain.
2. Pengeluaran
a. Govenrment Expenditure (G), yang disebut juga pengeluaran konsumsi pemerintah, yaitu meliputi semua pengeluaran pemerintah dimana atas pengeluaran tersebut pemerintah secara langsung menerima balas jasanya. Misalnya pembayaran gaji pegawai, pembelian barang dan jasa dalam berbagai bentuk dan lain-lain.
b. Government Transfer/transfer payment (Tr) yaitu pengeluaran pemerintah dimana atas pengeluaran tersebut pemerintah tidak menerima balas jasa secara langsung. Misalnya pembayaran uang pensiun, beasiswa, pemberian subsidi pemerintah pada perusahaan.
Fungsi pokok kebijakan fiskal pemerintah ada tiga macam, yaitu:
1. Fungsi Alokasi
Maksudnya, mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang publik.
2. Fungsi Distribusi
Maksudnya, peranan pemerintah dalam tujuan untuk dapat terselenggaranya pembagian pendapatan yang merata.
3. Fungsi Stabilitasi
Maksudnya, peranan pemerintah dalam tujuan untuk terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang tinggi, tingkat harga relatif stabil, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
Sehingga dengan kebijakan fiskal pemerintah diharapkan terhindarnya perekonomian dari keadaan yang tidak diinginkan, seperti keadaan dimana banyak pegnangguran, inflasi, neraca pembayaran nasional yang terus defisit dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Gerardo,P.Sikat, 1991, Ilmu Ekonomi untuk Konteks Indonesia,Jakarta:LP3ES.
Lipsey dan Steiner, 1998, Ilmu Ekonomi, Jakarta: Bina Aksara.
Samuelson dan Nordhaus, 1986, Economics, Tokyo: McGraw Hill-Kogakusha
Suharman, 1984, Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Surabaya: Airlangga University Press.
Winardi, 1983, Pengantar Ilmu Ekonomi, Bandung:Tarsito.
Blogger news
Kamis, 13 Mei 2010
UANG DAN KEBIJAKAN MONETER
1. PENGERTIAN DAN FUNGSI UANG
Uang adalah segala sesuatu yang diterima masyarakat umum sebagai alat penukar dan pengukur nilai barang dalam lalu lintas perekonomian. Digunakannya uang karena sistem pertukaran barter mengalami banyak kesulitan. Suatu benda harus memenuhi beberapa syarat agar bisa berfungsi sebagai uang yang baik. Syarat-syarat itu adalah:
a. Memiliki nilai tertentu
b. Tidak mudah rusak
c. Mudah dibawa, dan
d. Pembagian atasnya tidak merusak nilainya.
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghidarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu
1. sebagai alat tukar,
Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
2. sebagai satuan hitung, dan
Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
3. sebagai penyimpan nilai.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.
Fungsi uang dalam perkembangannya dibedakan sebagai berikut:
1. Alat Penukaran (Medium Of Exchange)
Maksudnya bahwa uang dapat mempermudah pertukaran barang dan jasa.
2. Satuan Hitung (Unit Of Account)
Maksudnya bahwa uang sebagai alat yang digunakan untuk mengukur nilai dari barang dan jasa yang diperjualbelikan, besarnya kekayaan serta menghitung besar kecilnya kredit (hutang).
3. Penimbun Kekayaan (Store Of Value) Atau Penyimpan Nilai
Maksudnya, menyimpan uang berarti menimbun kekayaan dalam benutk uang kas. Penyimpanan uang ini dimaksudkan untuk mempermudah transaksi disaat sekarang ataupun dimasa yang akan datang.
4. Standar Pencicilan Hutang (Standart For Differed)
Maksudnya bahwa uang itu berfungsi sebagai ukuran untuk pembayaran yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
2. JENIS-JENIS UANG
Berbagai jenis uang dalam perekonomian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Berdasarkan penciptaannya, yaitu badan yang mengeluarkan uang, bentuk uang dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Uang Kartal
ialah uang yang beredar dan dipergunakan sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah. Uang ini meliputi: uang logam dan uang kertas yang dikeluarkan pemerintah/bank sentral.
b. Uang Giral
ialah uang yang berupa saldo di bank-bank dan dapat dipergunakan sebagai alat tukar. Uang giral dikeluarkan oleh bank-bank umum, dalam bentuk tagihan-tagihan pada bank yang pengambilannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan cek ataupun giro.
2. Berdasarkan derajat konvertibilats dari lalu lintas pembayaran internasional, uang dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Mata Uang Kuat (Hard Currencies)
yaitu uang yang laku keras dalam pembayaran internasional, misalnya dolar Amerika, Euro dan lain-lain.
b. Mata Uang Lemah (Soft Currencies)
yaitu uang yang laku tidak keras dalam pembayaran internasional, misalnya rupiah, rupee dan lain-lain.
3. MOTIF PERMINTAAN UANG
Menurut J.M keynes, ada tiga motif yang mendasari permintaan uang, yaitu:
1. Motif Transaksi
Maksudnya, seseorang atau masyarakat membutuhkan uang tunai dengan maksud untuk keperluan transaksi sehari-hari. Hal ini karena penerimaan tidak selaras dengan pengeluaran, baik jumlah maupun terjadinya transaksi.
2. Motif Berjaga-jaga
Maksudnya, seseorang atau masyarakat membutuhkan uang tunai dengan alasan untuk cadangan sesuatu hal yang tidak terduga, yaitu untuk berjaga-jaga kalau diperlukan.
3. Motif Spekulasi
Spekulasi yang dimaksud disini adalah spekulasi dalam surat-surat berharga khususnya surat obligasi. Pada umumnya para spekulan membeli surat-surat obligasi pada saat harga obligasi murah dan menjualnya pada waktu obligasi mahal.
4. TEORI NILAI UANG
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
1. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
a. Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP, Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
b. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari. Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
c. Teori Nominalisme. Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
d. Teori Negara. Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
2. Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
a. Teori Kuantitas dari David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
b. Teori Kuantitas dari Irving Fisher. Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
c. Teori Persediaan Kas. Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
d. Teori Ongkos Produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Beberapa istilah tentang Uang, yaitu
a. Inflasi, adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.
b. Deflasi, adalah suatu keadaan dimana terdapat peristiwa penurunan harga barang umum secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai mata uang.
c. Devaluasi, adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah untuk menurunkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
d. Revaluasi, adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
e. Apresiasi, adalah suatu proses peningkatan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.
f. Depresiasi, adalah suatu proses penurunan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.
5. KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang yang beredar guna mencapai kesempatan kerja penuh bagi seluruh alat produksi, mencapai neraca pembayaran yang seimbang, dan mencapai tingkat harga yang stabil. Kebijakan Moneter merupakan suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
a. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
b. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain
1. Kebijakan Nisbah Cadangan
Adalah kebijakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui kredit yang diberikan oleh bank sesuai dengan cadangan yang diwajibkan.
2. Kebijakan Suku Bunga Diskonto
Seperti bank-bank umum, bank sentral juga memberikan pinjaman, yaitu pinjaman kepada bank-bank umum. Pinjaman ini akan menambah cadangan bank umum secara penuh. Suku bunga yang harus dibayar oleh bank-bank umum apabila meminjam dana dari bank sentral disebut suku bunga diskonto. Suku bunga diskonto digunakan sebagai patokan bagi tingginya bunga pinjaman yang dilakukan oleh bank-bank umum kepada nasabahnya.
3. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
Kebijakan ini hanya dapat dilakukan apabila pasar bursa, yaitu pasar dimana surat-surat berharga diperjualbelikan, sudah berkembang cukup besar. Kebijakan operasi pasar terbuka dilakukan oleh bank sentral dengan jalan membeli atau menjual surat-surat berharga dipasar bursa. Pembelian surat berharga oleh bank sentral menyebabkan naiknya cadangan bank apabila cek itu didepositokan oleh penjual surat berharga itu kepada banknya. Naiknya cadangan berarti naiknya kemampuan menciptakan uang bagi sistem multi bank.
Uang adalah segala sesuatu yang diterima masyarakat umum sebagai alat penukar dan pengukur nilai barang dalam lalu lintas perekonomian. Digunakannya uang karena sistem pertukaran barter mengalami banyak kesulitan. Suatu benda harus memenuhi beberapa syarat agar bisa berfungsi sebagai uang yang baik. Syarat-syarat itu adalah:
a. Memiliki nilai tertentu
b. Tidak mudah rusak
c. Mudah dibawa, dan
d. Pembagian atasnya tidak merusak nilainya.
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghidarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu
1. sebagai alat tukar,
Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
2. sebagai satuan hitung, dan
Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
3. sebagai penyimpan nilai.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.
Fungsi uang dalam perkembangannya dibedakan sebagai berikut:
1. Alat Penukaran (Medium Of Exchange)
Maksudnya bahwa uang dapat mempermudah pertukaran barang dan jasa.
2. Satuan Hitung (Unit Of Account)
Maksudnya bahwa uang sebagai alat yang digunakan untuk mengukur nilai dari barang dan jasa yang diperjualbelikan, besarnya kekayaan serta menghitung besar kecilnya kredit (hutang).
3. Penimbun Kekayaan (Store Of Value) Atau Penyimpan Nilai
Maksudnya, menyimpan uang berarti menimbun kekayaan dalam benutk uang kas. Penyimpanan uang ini dimaksudkan untuk mempermudah transaksi disaat sekarang ataupun dimasa yang akan datang.
4. Standar Pencicilan Hutang (Standart For Differed)
Maksudnya bahwa uang itu berfungsi sebagai ukuran untuk pembayaran yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
2. JENIS-JENIS UANG
Berbagai jenis uang dalam perekonomian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Berdasarkan penciptaannya, yaitu badan yang mengeluarkan uang, bentuk uang dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Uang Kartal
ialah uang yang beredar dan dipergunakan sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah. Uang ini meliputi: uang logam dan uang kertas yang dikeluarkan pemerintah/bank sentral.
b. Uang Giral
ialah uang yang berupa saldo di bank-bank dan dapat dipergunakan sebagai alat tukar. Uang giral dikeluarkan oleh bank-bank umum, dalam bentuk tagihan-tagihan pada bank yang pengambilannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan cek ataupun giro.
2. Berdasarkan derajat konvertibilats dari lalu lintas pembayaran internasional, uang dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Mata Uang Kuat (Hard Currencies)
yaitu uang yang laku keras dalam pembayaran internasional, misalnya dolar Amerika, Euro dan lain-lain.
b. Mata Uang Lemah (Soft Currencies)
yaitu uang yang laku tidak keras dalam pembayaran internasional, misalnya rupiah, rupee dan lain-lain.
3. MOTIF PERMINTAAN UANG
Menurut J.M keynes, ada tiga motif yang mendasari permintaan uang, yaitu:
1. Motif Transaksi
Maksudnya, seseorang atau masyarakat membutuhkan uang tunai dengan maksud untuk keperluan transaksi sehari-hari. Hal ini karena penerimaan tidak selaras dengan pengeluaran, baik jumlah maupun terjadinya transaksi.
2. Motif Berjaga-jaga
Maksudnya, seseorang atau masyarakat membutuhkan uang tunai dengan alasan untuk cadangan sesuatu hal yang tidak terduga, yaitu untuk berjaga-jaga kalau diperlukan.
3. Motif Spekulasi
Spekulasi yang dimaksud disini adalah spekulasi dalam surat-surat berharga khususnya surat obligasi. Pada umumnya para spekulan membeli surat-surat obligasi pada saat harga obligasi murah dan menjualnya pada waktu obligasi mahal.
4. TEORI NILAI UANG
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
1. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
a. Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP, Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
b. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari. Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
c. Teori Nominalisme. Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
d. Teori Negara. Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
2. Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
a. Teori Kuantitas dari David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
b. Teori Kuantitas dari Irving Fisher. Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
c. Teori Persediaan Kas. Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
d. Teori Ongkos Produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Beberapa istilah tentang Uang, yaitu
a. Inflasi, adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.
b. Deflasi, adalah suatu keadaan dimana terdapat peristiwa penurunan harga barang umum secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai mata uang.
c. Devaluasi, adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah untuk menurunkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
d. Revaluasi, adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan nilai uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
e. Apresiasi, adalah suatu proses peningkatan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.
f. Depresiasi, adalah suatu proses penurunan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.
5. KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang yang beredar guna mencapai kesempatan kerja penuh bagi seluruh alat produksi, mencapai neraca pembayaran yang seimbang, dan mencapai tingkat harga yang stabil. Kebijakan Moneter merupakan suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
a. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
b. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain
1. Kebijakan Nisbah Cadangan
Adalah kebijakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui kredit yang diberikan oleh bank sesuai dengan cadangan yang diwajibkan.
2. Kebijakan Suku Bunga Diskonto
Seperti bank-bank umum, bank sentral juga memberikan pinjaman, yaitu pinjaman kepada bank-bank umum. Pinjaman ini akan menambah cadangan bank umum secara penuh. Suku bunga yang harus dibayar oleh bank-bank umum apabila meminjam dana dari bank sentral disebut suku bunga diskonto. Suku bunga diskonto digunakan sebagai patokan bagi tingginya bunga pinjaman yang dilakukan oleh bank-bank umum kepada nasabahnya.
3. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
Kebijakan ini hanya dapat dilakukan apabila pasar bursa, yaitu pasar dimana surat-surat berharga diperjualbelikan, sudah berkembang cukup besar. Kebijakan operasi pasar terbuka dilakukan oleh bank sentral dengan jalan membeli atau menjual surat-surat berharga dipasar bursa. Pembelian surat berharga oleh bank sentral menyebabkan naiknya cadangan bank apabila cek itu didepositokan oleh penjual surat berharga itu kepada banknya. Naiknya cadangan berarti naiknya kemampuan menciptakan uang bagi sistem multi bank.
STABILITAS DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan.
Suatu negara tumbuh dan berkembang tergantung resources yang dimilikinya, yang dalam hal ini berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya. Mengetahui keadaan ekonomi suatu negara adalah mutlak perlu, sehingga dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi atau economic growth yang ingin dicapai dimasa mendatang. Kemampuan suatu negara menghasilkan barang dan jasa ternyata tergantung pada resources yang ada dan capital stock yang dimiliki (K). perubahan capital stock tergantung pada saving sehingga saving punya pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan di Indonesia berlandaskan pada pola Trilogi Pembangunan yang meliputi:
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Atas pemerataan yang menuju pada terciptanya keadilan sosial tersebut akan dituangkan dalam jalur-jalur pemerataan, antara lain:
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan dan perumahan.
2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum muda.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus:
Dimana:
Simbol ∆ adalah perubahan, yang diperoleh dari (GNP tahun ini–GNP tahun lalu)
adalah GNP sebelum berubah ( GNP tahun lalu )
Contoh:
GNP tahun 2005 sebesar Rp 317.223,2 milyar dan GNP tahun 2006 sebesar Rp 342.021,8 milyar, maka besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah...
Jawab:
PE tahun 2006 =
= 7,82 %
Beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah
a. Tanah dan kekayaan alam
Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara, terutama pada masa peemulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Didalam setiap negara di mana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi di luar sektor primer (pertanian dan pertambangan) yaitu sektor dimana kekayaan alam terdapat.
b. Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja
Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut memungkinkan negara itu menambah produksi. Dan akan banyak lagi kegiatan ekonomi dijalankan.
c. Barang-barang modal dan tingkat teknologi
Barang-barang modal penting artinya dalam mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Di dalam masyarakat yang sangat kurang maju sekalipun barang-barang modal sangat besar peranannya dalam kegiatan ekonomi.
d. Sistem sosial dan sikap masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sikap masyarakat juga dapat menentukan sampai di mana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai. Di sebagian masyarakat terdapat sikap masyarakat yang dapat memberikan dorongan yang besar kepada pertumbuhan ekonomi.
e. Luas pasar sebagai sumber pertumbuhan
Di negara yang sangat maju perekonomiannya juga luas pasar sangat penting peranannya dalam menentukan cepatnya pertumbuhan ekonomi.
Salah satu Teori Pertumbuhan adalah teori yang dipaparkan oleh Schumpeter isinya lebih condong pada faktor inovasi sebagai pendorong pertumbuhan. Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku Theory of Economic Development 1911, yang kemudian diuraikan dan direvisi dalam lusiness cycles (1939) dan Capitalism, Socialism and Democracy (1942) tanpa mengalami perubahan penting. Inovasi terdiri dari :
a. pengenalan barang baru;
b. pengenalan metode produksi baru;
c. pembukaan pasar baru;
d. penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur;
e. pembentukan organisasi baru pada setiap industri baru. Pengenalan produk baru secara terus-menerus pada produk inilah yang membawa pada pembangunan.
Suatu negara tumbuh dan berkembang tergantung resources yang dimilikinya, yang dalam hal ini berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya. Mengetahui keadaan ekonomi suatu negara adalah mutlak perlu, sehingga dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi atau economic growth yang ingin dicapai dimasa mendatang. Kemampuan suatu negara menghasilkan barang dan jasa ternyata tergantung pada resources yang ada dan capital stock yang dimiliki (K). perubahan capital stock tergantung pada saving sehingga saving punya pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan di Indonesia berlandaskan pada pola Trilogi Pembangunan yang meliputi:
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Atas pemerataan yang menuju pada terciptanya keadilan sosial tersebut akan dituangkan dalam jalur-jalur pemerataan, antara lain:
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan dan perumahan.
2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum muda.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus:
Dimana:
Simbol ∆ adalah perubahan, yang diperoleh dari (GNP tahun ini–GNP tahun lalu)
adalah GNP sebelum berubah ( GNP tahun lalu )
Contoh:
GNP tahun 2005 sebesar Rp 317.223,2 milyar dan GNP tahun 2006 sebesar Rp 342.021,8 milyar, maka besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah...
Jawab:
PE tahun 2006 =
= 7,82 %
Beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah
a. Tanah dan kekayaan alam
Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara, terutama pada masa peemulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Didalam setiap negara di mana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi di luar sektor primer (pertanian dan pertambangan) yaitu sektor dimana kekayaan alam terdapat.
b. Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja
Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut memungkinkan negara itu menambah produksi. Dan akan banyak lagi kegiatan ekonomi dijalankan.
c. Barang-barang modal dan tingkat teknologi
Barang-barang modal penting artinya dalam mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Di dalam masyarakat yang sangat kurang maju sekalipun barang-barang modal sangat besar peranannya dalam kegiatan ekonomi.
d. Sistem sosial dan sikap masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sikap masyarakat juga dapat menentukan sampai di mana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai. Di sebagian masyarakat terdapat sikap masyarakat yang dapat memberikan dorongan yang besar kepada pertumbuhan ekonomi.
e. Luas pasar sebagai sumber pertumbuhan
Di negara yang sangat maju perekonomiannya juga luas pasar sangat penting peranannya dalam menentukan cepatnya pertumbuhan ekonomi.
Salah satu Teori Pertumbuhan adalah teori yang dipaparkan oleh Schumpeter isinya lebih condong pada faktor inovasi sebagai pendorong pertumbuhan. Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku Theory of Economic Development 1911, yang kemudian diuraikan dan direvisi dalam lusiness cycles (1939) dan Capitalism, Socialism and Democracy (1942) tanpa mengalami perubahan penting. Inovasi terdiri dari :
a. pengenalan barang baru;
b. pengenalan metode produksi baru;
c. pembukaan pasar baru;
d. penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur;
e. pembentukan organisasi baru pada setiap industri baru. Pengenalan produk baru secara terus-menerus pada produk inilah yang membawa pada pembangunan.
STABILITAS DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan.
Suatu negara tumbuh dan berkembang tergantung resources yang dimilikinya, yang dalam hal ini berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya. Mengetahui keadaan ekonomi suatu negara adalah mutlak perlu, sehingga dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi atau economic growth yang ingin dicapai dimasa mendatang. Kemampuan suatu negara menghasilkan barang dan jasa ternyata tergantung pada resources yang ada dan capital stock yang dimiliki (K). perubahan capital stock tergantung pada saving sehingga saving punya pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan di Indonesia berlandaskan pada pola Trilogi Pembangunan yang meliputi:
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Atas pemerataan yang menuju pada terciptanya keadilan sosial tersebut akan dituangkan dalam jalur-jalur pemerataan, antara lain:
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan dan perumahan.
2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum muda.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus:
Dimana:
Simbol ∆ adalah perubahan, yang diperoleh dari (GNP tahun ini–GNP tahun lalu)
adalah GNP sebelum berubah ( GNP tahun lalu )
Contoh:
GNP tahun 2005 sebesar Rp 317.223,2 milyar dan GNP tahun 2006 sebesar Rp 342.021,8 milyar, maka besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah...
Jawab:
PE tahun 2006 =
= 7,82 %
Beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah
a. Tanah dan kekayaan alam
Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara, terutama pada masa peemulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Didalam setiap negara di mana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi di luar sektor primer (pertanian dan pertambangan) yaitu sektor dimana kekayaan alam terdapat.
b. Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja
Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut memungkinkan negara itu menambah produksi. Dan akan banyak lagi kegiatan ekonomi dijalankan.
c. Barang-barang modal dan tingkat teknologi
Barang-barang modal penting artinya dalam mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Di dalam masyarakat yang sangat kurang maju sekalipun barang-barang modal sangat besar peranannya dalam kegiatan ekonomi.
d. Sistem sosial dan sikap masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sikap masyarakat juga dapat menentukan sampai di mana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai. Di sebagian masyarakat terdapat sikap masyarakat yang dapat memberikan dorongan yang besar kepada pertumbuhan ekonomi.
e. Luas pasar sebagai sumber pertumbuhan
Di negara yang sangat maju perekonomiannya juga luas pasar sangat penting peranannya dalam menentukan cepatnya pertumbuhan ekonomi.
Salah satu Teori Pertumbuhan adalah teori yang dipaparkan oleh Schumpeter isinya lebih condong pada faktor inovasi sebagai pendorong pertumbuhan. Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku Theory of Economic Development 1911, yang kemudian diuraikan dan direvisi dalam lusiness cycles (1939) dan Capitalism, Socialism and Democracy (1942) tanpa mengalami perubahan penting. Inovasi terdiri dari :
a. pengenalan barang baru;
b. pengenalan metode produksi baru;
c. pembukaan pasar baru;
d. penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur;
e. pembentukan organisasi baru pada setiap industri baru. Pengenalan produk baru secara terus-menerus pada produk inilah yang membawa pada pembangunan.
Suatu negara tumbuh dan berkembang tergantung resources yang dimilikinya, yang dalam hal ini berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya. Mengetahui keadaan ekonomi suatu negara adalah mutlak perlu, sehingga dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi atau economic growth yang ingin dicapai dimasa mendatang. Kemampuan suatu negara menghasilkan barang dan jasa ternyata tergantung pada resources yang ada dan capital stock yang dimiliki (K). perubahan capital stock tergantung pada saving sehingga saving punya pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan di Indonesia berlandaskan pada pola Trilogi Pembangunan yang meliputi:
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Atas pemerataan yang menuju pada terciptanya keadilan sosial tersebut akan dituangkan dalam jalur-jalur pemerataan, antara lain:
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan dan perumahan.
2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum muda.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus:
Dimana:
Simbol ∆ adalah perubahan, yang diperoleh dari (GNP tahun ini–GNP tahun lalu)
adalah GNP sebelum berubah ( GNP tahun lalu )
Contoh:
GNP tahun 2005 sebesar Rp 317.223,2 milyar dan GNP tahun 2006 sebesar Rp 342.021,8 milyar, maka besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah...
Jawab:
PE tahun 2006 =
= 7,82 %
Beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah
a. Tanah dan kekayaan alam
Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara, terutama pada masa peemulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Didalam setiap negara di mana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi di luar sektor primer (pertanian dan pertambangan) yaitu sektor dimana kekayaan alam terdapat.
b. Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja
Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut memungkinkan negara itu menambah produksi. Dan akan banyak lagi kegiatan ekonomi dijalankan.
c. Barang-barang modal dan tingkat teknologi
Barang-barang modal penting artinya dalam mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Di dalam masyarakat yang sangat kurang maju sekalipun barang-barang modal sangat besar peranannya dalam kegiatan ekonomi.
d. Sistem sosial dan sikap masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sikap masyarakat juga dapat menentukan sampai di mana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai. Di sebagian masyarakat terdapat sikap masyarakat yang dapat memberikan dorongan yang besar kepada pertumbuhan ekonomi.
e. Luas pasar sebagai sumber pertumbuhan
Di negara yang sangat maju perekonomiannya juga luas pasar sangat penting peranannya dalam menentukan cepatnya pertumbuhan ekonomi.
Salah satu Teori Pertumbuhan adalah teori yang dipaparkan oleh Schumpeter isinya lebih condong pada faktor inovasi sebagai pendorong pertumbuhan. Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku Theory of Economic Development 1911, yang kemudian diuraikan dan direvisi dalam lusiness cycles (1939) dan Capitalism, Socialism and Democracy (1942) tanpa mengalami perubahan penting. Inovasi terdiri dari :
a. pengenalan barang baru;
b. pengenalan metode produksi baru;
c. pembukaan pasar baru;
d. penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur;
e. pembentukan organisasi baru pada setiap industri baru. Pengenalan produk baru secara terus-menerus pada produk inilah yang membawa pada pembangunan.
PRODUK NASIONAL DAN PENDAPATAN NASIONAL
I. Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional dapat dipandang dari dua segi, yaitu dari segi earning dan segi product.
1. Dari Segi Earning
Gross National Income (GNI) adalah jumlah dari seluruh pendapatan, seperti upah, sewa, bunga modal dan laba perusahaan yang telah diterima oleh seluruh masyarakat selama menghasilkan produk nasional tersebut (biasanya selama satu tahun).
2. Dari Segi Product
Gross National Product (GNP) adalah jumlah nilai dari barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu masyarakat suatu negara dalam satu tahun dihitung menurut harga dasar.
Perbedaan GNP dan GDP:
a. GNP (Gross National Product) meliputi barang-barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat suatu negara, baik yang berada dalam negeri maupun yang berda diluar negeri.
b. GDP (Gross Domestic Bruto) meliputi barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam wilayah negara tersebut, baik oleh perusahaan nasional maupun perusahaan asing.
Untuk Indonesia pada saat ini pada umumnya PDB(GDP) > PNB, Karena nilai barang dan khususnya jasa orang Indonesia yang bekerja di luar negeri pada umumnya dihargai lebih murah dibandingkan dengan orang asing.
II. Pentingnya Menghitung Pendapatan Nasional
Beberapa peranan penting pendapatan nasional antara lain:
1. Pendapatan nasional merupakan alat pengukur bagi tinggi rendahnya tingkat hidup atau kemakmuran suatu bangsa yang secara kuantitatif, artinya tingkat hidup suatu bangsa atau masyarakat ditentukan oleh pendapatan perkapita.
2. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara yang bersangkutan, misalnya agraris atau industri. Disamping besarnya peranan masing-masing sektor tersebut dalam pembentukan pendapatan nasional.
3. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui dan memperbandingkan kegiatan ekonomi masyarakat itu sendiri dari tahun ke tahun.
III. Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Beberapa kesulitan yang sering dihadapi pada waktu akan melakukan perhitungan dan penjumlahan pendapatan nasional adalah:
1. Kurang lengkapnya statistik dari berbagai sektor kegiatan ekonomi.
2. Suatu kesalahan yang mudah terjadi pada saat melakukan perhitungan adalah timbulnya perhitungan dobel (double accounting).
Agar tidak terjadi perhitungan dobel, maka didalam menghitung besarnya GNP, perhitungan nilai barang didasarkan pada:
1. Final Product atau hasil akhir, yaitu jumlah barang yang diproduksi dalam bentuk barang jadi dalam waktu satu periode.
2. Value added, yaitu nilai yang ditambahkan.
Dalam menghitung pendapatan nasional dapat digunakan tiga metode pendekatan yaitu:
1. Metode Produksi (Production Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menghitung semua nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua sektor kegiatan ekonomi. Atau dapat juga dengan cara menjumlahkan secara total seluruh nilai tambah (Value added) dari semua sektor kegiatan ekonomi.
2. Metode Pendapatan (Income Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan seluruh warga masyarakat yang berasal dari faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, yaitu sewa, upah, bunga dan profit.
Metode pendapatan digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat selama satu tahun. Hasil penghitungannya disebut Pendapatan Nasional (Yearly Income, dilambangkan dengan Y). Pendapatan Nasional adalah total nilai balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara dalam satu tahun.
Pendapatan masyarakat terdiri dari:
1. Tenaga kerja memperoleh balas jasa berupa upah/gaji (w = wage)
2. Modal memperoleh balas jasa berupa bunga (i = interest)
3. Tanah dan SDA memperoleh balas jasa berupa sewa (r = rent)
4. Pengusaha memperoleh balas jasa berupa laba (p = profit)
5. Penghasilan campuran (mixed income) yang merupakan gabungan dari upah/gaji, bunga, sewa, dan laba.
yang persamaan secara matematis adalah sebagai berikut
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode atau pendekatan pendapatan sering disebut dinamakan pendapatan nasional atau PN (national income),
Rumus PN :
Pendapatan Nasional =
Pendapatan Nasional Neto - Pajak Tidak Langsung + Subsidi
3. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, yaitu konsumsi rumah tangga, investation domestic bruto, pengeluaran pemerintah, dan ekspor bersih.
Metode pengeluaran atau pembelanjaan digunakan untuk menghitung pengeluaran atau pembelanjaan masyarakat selama satu tahun. Hasil penghitungannya disebut Pembelanjaan Nasional (National Spending). Pembelanjaan Nasional adalah total pembelanjaan masyarakat suatu negara selama satu tahun.
Pengertian masyarakat disini menunjuk pada para pelaku ekonomi. Para pelaku ekonomi terdiri dari:
1. Pengeluaran para konsumen disebut konsumsi (C = Consumption)
2. Pengeluaran para produsen disebut investasi (I = Investment)
3. Pengeluaran pemerintah disebut pembelanjaan pemerintah (G = Governtmen Expenditure)
4. Pengeluaran masyarakat luar negeri disebut ekspor netto (Xn = Net Export), selisih antara ekspor (X = Export dan impor (M = Import).
Jadi pembelanjaan nasional terdiri dari
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode ini dinamakan dengan
produk nasional bruto atau PNB (gross national product).
Rumusnya adalah
PDB = C + G + I + ( X - M ) atau
Produk Domestik Bruto =
pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor - impor )
IV. KOMPONEN-KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL
Komponen-komponen Pendapatan Nasional merangkai hubungan antara ketiga metode atau pendekatan Pendapatan Nasional. Komponen-komponen Pendapatan Nasional yaitu:
1. PDB (GDP).
PDB (Produk Domestik Bruto) atau GDP (Gross Domestic Product) merupakan nilai total barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat selama satu tahun.
2. PNB (GNP).
PNB (Produk Nasional Bruto) atau GNP (Gross National Product) diperoleh dengan cara: PNB = PDB +/- Pendapatan Netto Faktor Luar Negeri. PNB menunjukkan nilai sesungguhnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun.
3. PNN (NNP).
PNN (Produk Nasional Netto) atau NNP (Net National Product) dihitung dengan cara: PNB -Depresiasi atau penyusutan.
4. PN (NI).
PN (Pendapatan Nasional) atau NI (National Income) dihitung dengan cara: PNB - Pajak Tidak Langsung (Ti = Indirect Tax).
5. Yrtk (PI).
Yrtk = PN - (Cadangan + Pajak Usaha). Hasilnya disebut Pendapatan Perseorangan (PI = Personal Income atau Yrtk).
6. Pendapatan Disposable (Yd). Yrtk dikurangi dengan pajak Pribadi dan ditambah dengan Pembayaran Transfer (Tr = Transfer Payment) dari pemerintah, hasilnya disebut Pendapatan Disposabel. Pendapatan disposabel akan digunakan untuk konsumsi (C = Consumption) dan ditabung (S = Saving). Yd = C + S.
Unsur-unsur GNI, NNI, National Income, National Income, dan Dispsable Income
GNI NNI National Income National Income Dispsable Income
Upah dan gaji Upah dan gaji Upah dan gaji Upah dan gaji Tabungan
Bunga Bunga Bunga Bunga Pengeluaran konsumsi
Sewa Sewa Sewa Sewa
Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan
Dividen Dividen Dividen Dividen
Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak pribadi
Laba tidak dibagi Laba tidak dibagi Laba tidak dibagi
Pajak tidak langsung Pajak tidak langsung
Penyusutan
Pendapatan nasional dapat dipandang dari dua segi, yaitu dari segi earning dan segi product.
1. Dari Segi Earning
Gross National Income (GNI) adalah jumlah dari seluruh pendapatan, seperti upah, sewa, bunga modal dan laba perusahaan yang telah diterima oleh seluruh masyarakat selama menghasilkan produk nasional tersebut (biasanya selama satu tahun).
2. Dari Segi Product
Gross National Product (GNP) adalah jumlah nilai dari barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu masyarakat suatu negara dalam satu tahun dihitung menurut harga dasar.
Perbedaan GNP dan GDP:
a. GNP (Gross National Product) meliputi barang-barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat suatu negara, baik yang berada dalam negeri maupun yang berda diluar negeri.
b. GDP (Gross Domestic Bruto) meliputi barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam wilayah negara tersebut, baik oleh perusahaan nasional maupun perusahaan asing.
Untuk Indonesia pada saat ini pada umumnya PDB(GDP) > PNB, Karena nilai barang dan khususnya jasa orang Indonesia yang bekerja di luar negeri pada umumnya dihargai lebih murah dibandingkan dengan orang asing.
II. Pentingnya Menghitung Pendapatan Nasional
Beberapa peranan penting pendapatan nasional antara lain:
1. Pendapatan nasional merupakan alat pengukur bagi tinggi rendahnya tingkat hidup atau kemakmuran suatu bangsa yang secara kuantitatif, artinya tingkat hidup suatu bangsa atau masyarakat ditentukan oleh pendapatan perkapita.
2. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara yang bersangkutan, misalnya agraris atau industri. Disamping besarnya peranan masing-masing sektor tersebut dalam pembentukan pendapatan nasional.
3. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui dan memperbandingkan kegiatan ekonomi masyarakat itu sendiri dari tahun ke tahun.
III. Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Beberapa kesulitan yang sering dihadapi pada waktu akan melakukan perhitungan dan penjumlahan pendapatan nasional adalah:
1. Kurang lengkapnya statistik dari berbagai sektor kegiatan ekonomi.
2. Suatu kesalahan yang mudah terjadi pada saat melakukan perhitungan adalah timbulnya perhitungan dobel (double accounting).
Agar tidak terjadi perhitungan dobel, maka didalam menghitung besarnya GNP, perhitungan nilai barang didasarkan pada:
1. Final Product atau hasil akhir, yaitu jumlah barang yang diproduksi dalam bentuk barang jadi dalam waktu satu periode.
2. Value added, yaitu nilai yang ditambahkan.
Dalam menghitung pendapatan nasional dapat digunakan tiga metode pendekatan yaitu:
1. Metode Produksi (Production Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menghitung semua nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua sektor kegiatan ekonomi. Atau dapat juga dengan cara menjumlahkan secara total seluruh nilai tambah (Value added) dari semua sektor kegiatan ekonomi.
2. Metode Pendapatan (Income Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan seluruh warga masyarakat yang berasal dari faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, yaitu sewa, upah, bunga dan profit.
Metode pendapatan digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat selama satu tahun. Hasil penghitungannya disebut Pendapatan Nasional (Yearly Income, dilambangkan dengan Y). Pendapatan Nasional adalah total nilai balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara dalam satu tahun.
Pendapatan masyarakat terdiri dari:
1. Tenaga kerja memperoleh balas jasa berupa upah/gaji (w = wage)
2. Modal memperoleh balas jasa berupa bunga (i = interest)
3. Tanah dan SDA memperoleh balas jasa berupa sewa (r = rent)
4. Pengusaha memperoleh balas jasa berupa laba (p = profit)
5. Penghasilan campuran (mixed income) yang merupakan gabungan dari upah/gaji, bunga, sewa, dan laba.
yang persamaan secara matematis adalah sebagai berikut
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode atau pendekatan pendapatan sering disebut dinamakan pendapatan nasional atau PN (national income),
Rumus PN :
Pendapatan Nasional =
Pendapatan Nasional Neto - Pajak Tidak Langsung + Subsidi
3. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, yaitu konsumsi rumah tangga, investation domestic bruto, pengeluaran pemerintah, dan ekspor bersih.
Metode pengeluaran atau pembelanjaan digunakan untuk menghitung pengeluaran atau pembelanjaan masyarakat selama satu tahun. Hasil penghitungannya disebut Pembelanjaan Nasional (National Spending). Pembelanjaan Nasional adalah total pembelanjaan masyarakat suatu negara selama satu tahun.
Pengertian masyarakat disini menunjuk pada para pelaku ekonomi. Para pelaku ekonomi terdiri dari:
1. Pengeluaran para konsumen disebut konsumsi (C = Consumption)
2. Pengeluaran para produsen disebut investasi (I = Investment)
3. Pengeluaran pemerintah disebut pembelanjaan pemerintah (G = Governtmen Expenditure)
4. Pengeluaran masyarakat luar negeri disebut ekspor netto (Xn = Net Export), selisih antara ekspor (X = Export dan impor (M = Import).
Jadi pembelanjaan nasional terdiri dari
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode ini dinamakan dengan
produk nasional bruto atau PNB (gross national product).
Rumusnya adalah
PDB = C + G + I + ( X - M ) atau
Produk Domestik Bruto =
pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor - impor )
IV. KOMPONEN-KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL
Komponen-komponen Pendapatan Nasional merangkai hubungan antara ketiga metode atau pendekatan Pendapatan Nasional. Komponen-komponen Pendapatan Nasional yaitu:
1. PDB (GDP).
PDB (Produk Domestik Bruto) atau GDP (Gross Domestic Product) merupakan nilai total barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat selama satu tahun.
2. PNB (GNP).
PNB (Produk Nasional Bruto) atau GNP (Gross National Product) diperoleh dengan cara: PNB = PDB +/- Pendapatan Netto Faktor Luar Negeri. PNB menunjukkan nilai sesungguhnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun.
3. PNN (NNP).
PNN (Produk Nasional Netto) atau NNP (Net National Product) dihitung dengan cara: PNB -Depresiasi atau penyusutan.
4. PN (NI).
PN (Pendapatan Nasional) atau NI (National Income) dihitung dengan cara: PNB - Pajak Tidak Langsung (Ti = Indirect Tax).
5. Yrtk (PI).
Yrtk = PN - (Cadangan + Pajak Usaha). Hasilnya disebut Pendapatan Perseorangan (PI = Personal Income atau Yrtk).
6. Pendapatan Disposable (Yd). Yrtk dikurangi dengan pajak Pribadi dan ditambah dengan Pembayaran Transfer (Tr = Transfer Payment) dari pemerintah, hasilnya disebut Pendapatan Disposabel. Pendapatan disposabel akan digunakan untuk konsumsi (C = Consumption) dan ditabung (S = Saving). Yd = C + S.
Unsur-unsur GNI, NNI, National Income, National Income, dan Dispsable Income
GNI NNI National Income National Income Dispsable Income
Upah dan gaji Upah dan gaji Upah dan gaji Upah dan gaji Tabungan
Bunga Bunga Bunga Bunga Pengeluaran konsumsi
Sewa Sewa Sewa Sewa
Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan Laba perusahaan bukan perseroan
Dividen Dividen Dividen Dividen
Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak laba perusahaan Pajak pribadi
Laba tidak dibagi Laba tidak dibagi Laba tidak dibagi
Pajak tidak langsung Pajak tidak langsung
Penyusutan
BADAN USAHA
Sekian banyak lapangan usaha manusia sekian banyak pula cara manusia mengusahakannya. Ada yang berusaha secara individu, ada yang berusaha dengan banyak orang. Adapun cara yang ditempuh dalam berusaha itu dapat dibedakan menjadi 4 bentuk badan usaha saja. Keempatnya adalah badan-badan hukum yang bertujuan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dari usahanya. Keempat badan usaha itu adalah:
1. Perusahaan Perseorangan
Ialah badan usaha yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggungjawab penuh terhadap resiko dan kegiatan perusahaan. Bentuk ini terdapat pada hampir setiap produksi kecil-kecilan. Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu.
Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
a. relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
b. tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
c. tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
d. seluruh keuntungan dinikmati sendiri
e. sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
f. keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
g. jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
h. sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
2. Perseroan Terbatas (PT)
Ialah perseroan dua orang atau lebih dengan modal diperoleh dari pengeluaran saham, andil atau sero. Pemilikan, tanggung jawab, resiko, dan perolehan laba terbatas pada saham yang dimiliki.
Ciri dan sifat Perseroan Terbatas :
a. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
b. modal dan ukuran perusahaan besar
c. kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
d. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
e. kepemilikan mudah berpindah tangan
f. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
g. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
h. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
i. sulit untuk membubarkan PT
j. pajak berganda pada pajak penghasilan / PPh dan pajak deviden
3. Firma
Ialah persekutuan dua orang atau lebih yang menjalankan perusahaan dengan satu nama. Modal diperoleh dari beberapa orang dalam bentuk tunai bukan saham. Jumlah penyetor modal hanya bberapa saja. Penyetor modal bertanggungjawab penuh terhadap kerugian firma sampai pada harta kekayaan pribadi mereka.
Ciri dan sifat firma :
a. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
b. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
c. keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
d. seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
e. pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
f. mudah memperoleh kredit usaha
4. Persekutuan Komanditer
Ialah persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang berusaha dan menyerahkan modal, dan beberapa lainnya hanya meyerahkan modal saja. Beberapa orang yang berusaha dan menyerahkan modal menjalankan usaha dan bertanggungjawab tanpa batas, sedangkan beberapa orang yang hanya menyerahkan modal saja bertanggungjawab terbatas pada modal yang diserahkan saja. Merupakan kombinasi dari Firma dan PT.
Ciri dan sifat persekutuan komanditer :
a. sulit untuk menarik modal yang telah disetor
b. modal besar karena didirikan banyak pihak
c. mudah mendapatkan kridit pinjaman
d. ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
e. kelangsungan hidup perusahaan persekutuan komanditer tidak menentu
1. Perusahaan Perseorangan
Ialah badan usaha yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggungjawab penuh terhadap resiko dan kegiatan perusahaan. Bentuk ini terdapat pada hampir setiap produksi kecil-kecilan. Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu.
Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
a. relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
b. tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
c. tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
d. seluruh keuntungan dinikmati sendiri
e. sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
f. keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
g. jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
h. sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
2. Perseroan Terbatas (PT)
Ialah perseroan dua orang atau lebih dengan modal diperoleh dari pengeluaran saham, andil atau sero. Pemilikan, tanggung jawab, resiko, dan perolehan laba terbatas pada saham yang dimiliki.
Ciri dan sifat Perseroan Terbatas :
a. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
b. modal dan ukuran perusahaan besar
c. kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
d. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
e. kepemilikan mudah berpindah tangan
f. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
g. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
h. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
i. sulit untuk membubarkan PT
j. pajak berganda pada pajak penghasilan / PPh dan pajak deviden
3. Firma
Ialah persekutuan dua orang atau lebih yang menjalankan perusahaan dengan satu nama. Modal diperoleh dari beberapa orang dalam bentuk tunai bukan saham. Jumlah penyetor modal hanya bberapa saja. Penyetor modal bertanggungjawab penuh terhadap kerugian firma sampai pada harta kekayaan pribadi mereka.
Ciri dan sifat firma :
a. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
b. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
c. keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
d. seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
e. pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
f. mudah memperoleh kredit usaha
4. Persekutuan Komanditer
Ialah persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang berusaha dan menyerahkan modal, dan beberapa lainnya hanya meyerahkan modal saja. Beberapa orang yang berusaha dan menyerahkan modal menjalankan usaha dan bertanggungjawab tanpa batas, sedangkan beberapa orang yang hanya menyerahkan modal saja bertanggungjawab terbatas pada modal yang diserahkan saja. Merupakan kombinasi dari Firma dan PT.
Ciri dan sifat persekutuan komanditer :
a. sulit untuk menarik modal yang telah disetor
b. modal besar karena didirikan banyak pihak
c. mudah mendapatkan kridit pinjaman
d. ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
e. kelangsungan hidup perusahaan persekutuan komanditer tidak menentu
PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
A. Produksi
Teori produksi mempelajari tentang perilaku produsen dalam menentukan berapa output yang akan dihasilkan dan ditawarkan pada berbagai tingkat harga sehingga keuntungan maksimum dapat dicapai.
Dengan demikian ada dua keputusan yang harus diambil oleh seorang produsen didalam usaha mencapai keuntungan maksimum yaitu: berapa output yang harus dihasilkan serta berapa dan dalam kondisi yang bagaimana faktor-faktor produksi itu dipergunakan. Didalam menerangkan bagaimana produsen harus mengambil keputusan tersebut agar keuntungan maksimum, maka dapat menggunakan dua pendekatan:
1. Traditional approach
Pendekatan ini disebut juga dengan pendekatan fungsi produksi, yaitu suatu pendekatan yang bertolak dari anggapan bahwa proses produksi hanya menggunakan satu input variabel sedang input yang lain dianggap konstan. Total produksi dapat dihitung dengan menggunakan fungsi produksi, yaitu:
TP = f (X1 , X2)
Dimana:
TP = Total produksi yaitu jumlah total dari output yang dihasilkan
X1 = input variabel, misalnya tenaga kerja
X2 = input tetap, misalnya tanah
2. Pendapatan produsen ini bertolak dari anggapan bahwa proses produksi menggunakan dua input variabel. Pendekatan ini menggunakan kurva isoquant yaitu kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi yang berbeda-beda dari dua faktor produksi yang memberikan produksi yang sama. Produksi maksimum dapat dicapai dari titik persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isoqost (kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dari dua macam faktor produksi yang dapat dibeli dengan ongkos yang sama).
Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah manfaat barang maupun jasa. Faktor-faktor produksi adalah unsur-unsur yang digunakan dalam proses produksi. Faktor-faktor produksi meliputi:
1. Sumber daya alam, adalah segala sesuatu yang disediakan alam dan dapat digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, tanah, laut, hutan, udara dan air.
2. Tenaga kerja, adalah kemampuan manusia yang diwujudkan dalam kegiatan dan dicurahkan dalam kegiatan produksi. Misalnya, tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih.
3. Modal, adalah hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalnya, gedung, mesin, pabrik, kendaraan perusahaan, bahan baku, bahan bakar, bahan pemantu dan bahan pembungkus produk.
4. Kewiraswastaan, adalah keberanian seseorang untuk bertanggung jawab dan menanggung resiko usaha produksi.
Secara matematis, hubungan antara faktor produksi dan produk dapat dituliskan:
Q = f (P)
Keterangan:
Q = Jumlah produk yang dihasilkan
f = fungsi
P = faktor produksi yang masuk dalam proses produksi.
Q = f (P1, P2, P3 dan P4)
Keterangan :
PI merupakan sumberdaya alam, P2 merupakan tenaga kerja, P3 merupakan modal dan P4 merupakan kewiraswastaan.
B. Biaya Produksi
Biaya produksi adalah semua pengorbanan yang dikeluarkan untuk suatu proses produksi yang dinyatakan dalam bentuk uang menurut harga pasar yang berlaku. Berdasarkan pengertian tersebut, biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur berikut:
a. bahan baku atau bahan dasar
b. upah tenaga kerja
c. penyusutan peralatan produksi
d. bunga modal
e. sewa (gedung ataupun tanah)
f. biaya penunjang seperti biaya listrik, telpon ,pemeliharaan, biaya penelitian.
g. biaya pemasaran
Dalam ilmu ekonomi, kita dapat membedakan antara biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan untuk mendapatkan faktor produksi. Misalnya biaya untuk pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh dan lain sebagainya.
Biaya implisit adalah biaya dari faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh produsen dan ikut digunakan dalam proses produksi. Misalnya bunga dari modal sendiri, gaji untuk istri yang menjadi sekertarisnya dan lain sebagainya.
Biaya produksi yang dikeluarkan dalam menghasilkan suatu produk dapat dibedakan menjadi:
a. Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
adalah biaya yang jumlahnya tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak memproduksi. Misalnya biaya pembuatan gedung, pembelian mesin-mesin, sewa tanah, bahan bakar, dan lain-lain.
b. Biaya Tidak Tetap (Variabel Cost = VC)
adalah biaya yang hanya dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Misalnya bahan dasar produksi, upah buruh dan lain-lain.
c. Biaya Total (Total Cost = TC)
adalah jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dalam produksi suatu barang. Biaya ini merupakan penjumlahan antara biaya tetap dan biaya variabel. Jadi TC = FC +VC
Apabila masing-masing biaya tersebut dibagi dengan jumlah yang diproduksi maka akan diperoleh biaya rata-rata:
a. Average Cost (AC)
adalah biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
b. Average Fixed Cost (AFC)
adalah biaya tetap yang dibebankan pada tiap unit produksi yang dihasilkan. Besanya AFC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut
c. Average Variabel Cost (AVC)
adalah biaya variabel yang dibebankan pada tiap produk yang dihasilkan. AVC dapat dapat dihitung dengan cara sebagai berikut
d. Marginal Cost (MC)
adalah biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MC karena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasilkannya. MC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
Teori produksi mempelajari tentang perilaku produsen dalam menentukan berapa output yang akan dihasilkan dan ditawarkan pada berbagai tingkat harga sehingga keuntungan maksimum dapat dicapai.
Dengan demikian ada dua keputusan yang harus diambil oleh seorang produsen didalam usaha mencapai keuntungan maksimum yaitu: berapa output yang harus dihasilkan serta berapa dan dalam kondisi yang bagaimana faktor-faktor produksi itu dipergunakan. Didalam menerangkan bagaimana produsen harus mengambil keputusan tersebut agar keuntungan maksimum, maka dapat menggunakan dua pendekatan:
1. Traditional approach
Pendekatan ini disebut juga dengan pendekatan fungsi produksi, yaitu suatu pendekatan yang bertolak dari anggapan bahwa proses produksi hanya menggunakan satu input variabel sedang input yang lain dianggap konstan. Total produksi dapat dihitung dengan menggunakan fungsi produksi, yaitu:
TP = f (X1 , X2)
Dimana:
TP = Total produksi yaitu jumlah total dari output yang dihasilkan
X1 = input variabel, misalnya tenaga kerja
X2 = input tetap, misalnya tanah
2. Pendapatan produsen ini bertolak dari anggapan bahwa proses produksi menggunakan dua input variabel. Pendekatan ini menggunakan kurva isoquant yaitu kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi yang berbeda-beda dari dua faktor produksi yang memberikan produksi yang sama. Produksi maksimum dapat dicapai dari titik persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isoqost (kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dari dua macam faktor produksi yang dapat dibeli dengan ongkos yang sama).
Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah manfaat barang maupun jasa. Faktor-faktor produksi adalah unsur-unsur yang digunakan dalam proses produksi. Faktor-faktor produksi meliputi:
1. Sumber daya alam, adalah segala sesuatu yang disediakan alam dan dapat digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, tanah, laut, hutan, udara dan air.
2. Tenaga kerja, adalah kemampuan manusia yang diwujudkan dalam kegiatan dan dicurahkan dalam kegiatan produksi. Misalnya, tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih.
3. Modal, adalah hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalnya, gedung, mesin, pabrik, kendaraan perusahaan, bahan baku, bahan bakar, bahan pemantu dan bahan pembungkus produk.
4. Kewiraswastaan, adalah keberanian seseorang untuk bertanggung jawab dan menanggung resiko usaha produksi.
Secara matematis, hubungan antara faktor produksi dan produk dapat dituliskan:
Q = f (P)
Keterangan:
Q = Jumlah produk yang dihasilkan
f = fungsi
P = faktor produksi yang masuk dalam proses produksi.
Q = f (P1, P2, P3 dan P4)
Keterangan :
PI merupakan sumberdaya alam, P2 merupakan tenaga kerja, P3 merupakan modal dan P4 merupakan kewiraswastaan.
B. Biaya Produksi
Biaya produksi adalah semua pengorbanan yang dikeluarkan untuk suatu proses produksi yang dinyatakan dalam bentuk uang menurut harga pasar yang berlaku. Berdasarkan pengertian tersebut, biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur berikut:
a. bahan baku atau bahan dasar
b. upah tenaga kerja
c. penyusutan peralatan produksi
d. bunga modal
e. sewa (gedung ataupun tanah)
f. biaya penunjang seperti biaya listrik, telpon ,pemeliharaan, biaya penelitian.
g. biaya pemasaran
Dalam ilmu ekonomi, kita dapat membedakan antara biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan untuk mendapatkan faktor produksi. Misalnya biaya untuk pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh dan lain sebagainya.
Biaya implisit adalah biaya dari faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh produsen dan ikut digunakan dalam proses produksi. Misalnya bunga dari modal sendiri, gaji untuk istri yang menjadi sekertarisnya dan lain sebagainya.
Biaya produksi yang dikeluarkan dalam menghasilkan suatu produk dapat dibedakan menjadi:
a. Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
adalah biaya yang jumlahnya tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak memproduksi. Misalnya biaya pembuatan gedung, pembelian mesin-mesin, sewa tanah, bahan bakar, dan lain-lain.
b. Biaya Tidak Tetap (Variabel Cost = VC)
adalah biaya yang hanya dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Misalnya bahan dasar produksi, upah buruh dan lain-lain.
c. Biaya Total (Total Cost = TC)
adalah jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dalam produksi suatu barang. Biaya ini merupakan penjumlahan antara biaya tetap dan biaya variabel. Jadi TC = FC +VC
Apabila masing-masing biaya tersebut dibagi dengan jumlah yang diproduksi maka akan diperoleh biaya rata-rata:
a. Average Cost (AC)
adalah biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
b. Average Fixed Cost (AFC)
adalah biaya tetap yang dibebankan pada tiap unit produksi yang dihasilkan. Besanya AFC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut
c. Average Variabel Cost (AVC)
adalah biaya variabel yang dibebankan pada tiap produk yang dihasilkan. AVC dapat dapat dihitung dengan cara sebagai berikut
d. Marginal Cost (MC)
adalah biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MC karena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasilkannya. MC dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
NILAI DAN GUNA BARANG
Konsumen didalam memutuskan berapa jumlah barang yang akan dibeli perilakunya mengikuti hukum permintaan bahwa apabila harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta turun dengan anggapan faktor lain tetap atau berubah(cateris paribus). Demikian sebaliknya apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta naik.
Untuk menjelaskan mengapa konsumen didalam membelanjakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas berperilaku seperti tersebut dalam hukum permintaan yaitu:
1. Pendekatan Kardinal (Cardinal Utility Approach), yang menyatakan bahwa keputusan konsumen dapat diukur dengan uang dan konsumen berusaha mencapai kepuasan total yang maksimal.
2. Pendekatan kurva indefference atau pendekatan guna ordinal (ordinal utility approach) yang menyatakan bahwa keputusan konsumen tidak dapat diukur dengan uang tetapi hanya dapat diperbandingkan antara keputusan yang diperoleh dalam mengkonsumsi barang yang satu dengan konsumsi barang yang lain.
a. Marjinal Klasik
Asumsi dalam teori ini:
1. Konsumen selalu bertindak rasional, artinya konsumen selalu berusaha menggunakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas untuk mendapatkan barang-barang yang memberikan kepuasan maksimal.
2. Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna, terutama tentang penghasilannya, barang-barang konsumsi yang tersedia dipasar serta harga masing-masing barang.
3. Kepuasan konsumen dapat diukur
4. Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilannya.
5. Berlaku hukum gossen pertama
Hukum ini disebut juga hukum tambahan kepuasan yang menurun (The Law Of Diminishing Return) yang menyatakan bahwa apabila suatu kebutuhan dipenuhi dengan suatu barang yang sama secara terus-mnerus, tambahan kepuasannya (marginal utility) akan semakin berkurang dan sampai pada tingkat tertentu tambahan kepuasannya akan menjadi negatif.
Bagaimana konsumen harus mengalokasikan penghasilannya yang tertentu dan terbatas agar kepuasannya maksimum? Pendekatan marjinal klasik menjelaskan bahwa agar kepuasan maksimum dapat dicapai oleh konsumen didalam mengkonsumsi barang bila memenuhi dua syarat yaitu:
1. Syarat pertama, tambahan kepuasan diperoleh dari setiap uang yang dibelanjakan untuk masing-masing barang yang dikonsumsikan sama besar. Jadi syarat maksimum:
Dimana:
MU = Marginal Utility, tambahan kepuasan yang diperoleh jika konsumsi ditambah dengan satu satuan
P = Harga barang
x,y,....,n= Barang yang dikonsumsi
2. Syarat kedua, bahwa uang yang dibelanjakan harus sama dengan penghasilan.
PxQx + PyQy = M
Dimana :
P = Harga barang
Q = Jumlah barang yang dibeli untuk dikonsumsi
M = Penghasilan
b. Ordinal/Indefference Curve
Asumsi teori ini:
1. Konsumen selalu bertindak rasional, artinya konsumen selalu berusaha menggunakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas untuk mendapatkan barang-barang yang memberikan kepuasan maksimal.
2. Konsumen mempunyai penghasilan tertentu
3. Kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan uang tetapi hanya dapat diperbandingkan.
4. Menurunnya Marginal Rate of Substitution (MRS)
Apabila seorang konsumen mengkonsumsi dua macam barang yaitu X dan Y, maka yang dimaksud MRSxy adalah jumlah barang Y yang akan dilepaskan konsumen untuk memperoleh satu satuan tambahan barang X.
Kurva indefferen adalah suatu kurva atau tempat kedudukan titik-titik yang koordinatnya menunjukkan kombinasi jumlah dua macam barang yang dikonsumsi dan memberikan tingkat kepuasan yang sama.
Kurva Indefferen
Y
Y1
A
Y2 B
IC = K
0 X1 X2 X Dimana:
Y = Jumlah barang Y yang dikonsumsi
X = Jumlah barang X yang dikonsumsi
IC = Kurva indefferen, merupakan tempat kedudukan titik kombinasi barang X dan Y yang dikombinasikan pada tingkat kepuasan yang sama.
K = Tingkat kepuasan
Bagaimana konsumen harus mengalokasikan penghasilannya yang tertentu dan terbatas agar kepuasannya maksimum? Pendekatan indefference curve menjelaskan bahwa seorang konsumen yang mengkonsumsi dua macam barang misalnya barang X dan Y, maka konsumen tersebut akan memilih kurva indefferen yang dapat memberikan kepuasan yang besar. Oleh karena itu kurva indeffern yang dipilih adalah kurva yang paling jauh dari titik origin, sebab kepuasan yang diterima sangat besar dimana dengan kombinasi tersebut konsumen dapat mengkonsumsi barang X dan Y dalam jumlah yang cukup banyak.
Akan tetapi, karena kebebasan konsumen dalam memilih kurva indefferen dibatasi oleh penghasilannya yang tertentu dan terbatas, maka kepuasan maksimal atau posisi equilibrium konsumen adalah pada kurava indefferen yang tertinggi yang dapat dicapai oleh anggarannya. Jadi tingkat kepuasan yang maksimal dicapai oleh konsumen apabila konsumen membelanjakan penghasilannya pada posisi persinggungan antara garis anggaran dengan kurva indefferen.
Posisi Equilibrium Konsumen
Y
Y1 A IC 3
IC 1
IC2
M
0 X1 X
Dimana:
Y = Jumlah barang Y yang dikonsumsi
X = Jumlah barang X yang dikonsumsi
IC1,2,3 = Kurva indefferen, merupakan tempat kedudukan titik kombinasi barang X danY yang dikombinasikan pada tingkat kepuasan sama.
M = Garis anggaran (Budget line) yang merupakan komsinasi antara jumlah barang X danY yang dapat dicapai oleh penghasinnya.
Titik A = Titik singgung IC1 dengan garis anggaran yang menunjukkan posisi kepuasan maksimum konsumen dengan penghasilan sebesar M.
Untuk menjelaskan mengapa konsumen didalam membelanjakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas berperilaku seperti tersebut dalam hukum permintaan yaitu:
1. Pendekatan Kardinal (Cardinal Utility Approach), yang menyatakan bahwa keputusan konsumen dapat diukur dengan uang dan konsumen berusaha mencapai kepuasan total yang maksimal.
2. Pendekatan kurva indefference atau pendekatan guna ordinal (ordinal utility approach) yang menyatakan bahwa keputusan konsumen tidak dapat diukur dengan uang tetapi hanya dapat diperbandingkan antara keputusan yang diperoleh dalam mengkonsumsi barang yang satu dengan konsumsi barang yang lain.
a. Marjinal Klasik
Asumsi dalam teori ini:
1. Konsumen selalu bertindak rasional, artinya konsumen selalu berusaha menggunakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas untuk mendapatkan barang-barang yang memberikan kepuasan maksimal.
2. Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna, terutama tentang penghasilannya, barang-barang konsumsi yang tersedia dipasar serta harga masing-masing barang.
3. Kepuasan konsumen dapat diukur
4. Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilannya.
5. Berlaku hukum gossen pertama
Hukum ini disebut juga hukum tambahan kepuasan yang menurun (The Law Of Diminishing Return) yang menyatakan bahwa apabila suatu kebutuhan dipenuhi dengan suatu barang yang sama secara terus-mnerus, tambahan kepuasannya (marginal utility) akan semakin berkurang dan sampai pada tingkat tertentu tambahan kepuasannya akan menjadi negatif.
Bagaimana konsumen harus mengalokasikan penghasilannya yang tertentu dan terbatas agar kepuasannya maksimum? Pendekatan marjinal klasik menjelaskan bahwa agar kepuasan maksimum dapat dicapai oleh konsumen didalam mengkonsumsi barang bila memenuhi dua syarat yaitu:
1. Syarat pertama, tambahan kepuasan diperoleh dari setiap uang yang dibelanjakan untuk masing-masing barang yang dikonsumsikan sama besar. Jadi syarat maksimum:
Dimana:
MU = Marginal Utility, tambahan kepuasan yang diperoleh jika konsumsi ditambah dengan satu satuan
P = Harga barang
x,y,....,n= Barang yang dikonsumsi
2. Syarat kedua, bahwa uang yang dibelanjakan harus sama dengan penghasilan.
PxQx + PyQy = M
Dimana :
P = Harga barang
Q = Jumlah barang yang dibeli untuk dikonsumsi
M = Penghasilan
b. Ordinal/Indefference Curve
Asumsi teori ini:
1. Konsumen selalu bertindak rasional, artinya konsumen selalu berusaha menggunakan penghasilannya yang tertentu dan terbatas untuk mendapatkan barang-barang yang memberikan kepuasan maksimal.
2. Konsumen mempunyai penghasilan tertentu
3. Kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan uang tetapi hanya dapat diperbandingkan.
4. Menurunnya Marginal Rate of Substitution (MRS)
Apabila seorang konsumen mengkonsumsi dua macam barang yaitu X dan Y, maka yang dimaksud MRSxy adalah jumlah barang Y yang akan dilepaskan konsumen untuk memperoleh satu satuan tambahan barang X.
Kurva indefferen adalah suatu kurva atau tempat kedudukan titik-titik yang koordinatnya menunjukkan kombinasi jumlah dua macam barang yang dikonsumsi dan memberikan tingkat kepuasan yang sama.
Kurva Indefferen
Y
Y1
A
Y2 B
IC = K
0 X1 X2 X Dimana:
Y = Jumlah barang Y yang dikonsumsi
X = Jumlah barang X yang dikonsumsi
IC = Kurva indefferen, merupakan tempat kedudukan titik kombinasi barang X dan Y yang dikombinasikan pada tingkat kepuasan yang sama.
K = Tingkat kepuasan
Bagaimana konsumen harus mengalokasikan penghasilannya yang tertentu dan terbatas agar kepuasannya maksimum? Pendekatan indefference curve menjelaskan bahwa seorang konsumen yang mengkonsumsi dua macam barang misalnya barang X dan Y, maka konsumen tersebut akan memilih kurva indefferen yang dapat memberikan kepuasan yang besar. Oleh karena itu kurva indeffern yang dipilih adalah kurva yang paling jauh dari titik origin, sebab kepuasan yang diterima sangat besar dimana dengan kombinasi tersebut konsumen dapat mengkonsumsi barang X dan Y dalam jumlah yang cukup banyak.
Akan tetapi, karena kebebasan konsumen dalam memilih kurva indefferen dibatasi oleh penghasilannya yang tertentu dan terbatas, maka kepuasan maksimal atau posisi equilibrium konsumen adalah pada kurava indefferen yang tertinggi yang dapat dicapai oleh anggarannya. Jadi tingkat kepuasan yang maksimal dicapai oleh konsumen apabila konsumen membelanjakan penghasilannya pada posisi persinggungan antara garis anggaran dengan kurva indefferen.
Posisi Equilibrium Konsumen
Y
Y1 A IC 3
IC 1
IC2
M
0 X1 X
Dimana:
Y = Jumlah barang Y yang dikonsumsi
X = Jumlah barang X yang dikonsumsi
IC1,2,3 = Kurva indefferen, merupakan tempat kedudukan titik kombinasi barang X danY yang dikombinasikan pada tingkat kepuasan sama.
M = Garis anggaran (Budget line) yang merupakan komsinasi antara jumlah barang X danY yang dapat dicapai oleh penghasinnya.
Titik A = Titik singgung IC1 dengan garis anggaran yang menunjukkan posisi kepuasan maksimum konsumen dengan penghasilan sebesar M.
SUMBERDAYA EKONOMI
Sumberdaya ekonomi dalam hal ini disebut juga faktor-faktor produksi yang merupakan salah satu unsur penting dalam perekonomian, karena jumlah dana mutu faktor-faktor produksi yang tersedia ikut menentukan tingginya tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai suatu negara.
Faktor-faktor produksi yang dimaksud adalah semua benda yang diciptakan oleh manusia atau yang disediakan oleh alam yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai jenis barang dan jasa yang mereka butuhkan.
Faktor-faktor produksi itu terdiri atas: tanah (Land), tenaga kerja (Labour), modal (capital) dan kecakapan tata laksana (managerial skill).
1. Tanah (Land)
Sebagai faktor produksi yang dimaksud tanah disini adalah mencakup tanah dengan berbagai kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Jadi, tanah meliputi kekayaan alam yang terkandung diatas dan didalam tanah, seperti barang-barang tambang dan lain-lain. Dengan demikian istilah tanah ini maksudnya adalah segala sesuatu yang bisa menjadi faktor produksi dan berasal atau disediakan alam, yang antara lain meliputi:
a. tenaga penumbuh yang baik untuk pertanian, perikananataupun pertambangan.
b. tenaga air yang baik untuk pengairan, pelayaran, PDAM.
c. ikan dan mineral, (sungai, danau, tambak)
d. tanah yang atasnya didirikan bangunan.
e. iklim, cuaca
Dengan kata lain, yang dimaksud tanah maupun sumberdaya alam disini adalah segala sumber asli yang tidak berasal dari kegiatan manusia.
2. Tenaga Kerja (Labour)
Sebagai faktor produksi yang dimaksud tenaga kerja disini adalah penduduk yang dapat digunakan dalam proses produksi termasuk didalamnya keahlian-keahlian yang mereka miliki. Jadi tenaga kerja bukan hanya berarti besarnya tenaga jasmani yang dapat digunakan dalam proses produksi tetapi juga meliputi kemampuan tenaga kerja dalam berfikir dan bekerja. Misalnya, tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih.
3. Modal (Capital)
Dalam analisa ekonomi “uang” tidak dapat dimasukkan sebagai faktor produksi. Yang dimaksud sebagai modal adalah semua barang-barang yang diciptakan oleh manusia dengan tujuan untuk menghasilkan barang lain atau jasa-jasa lain yang akan digunakan lebih lanjut. Termasuk capital adalah berbagai jenis misalnya, gedung, mesin, pabrik, kendaraan perusahaan, bahan baku, bahan bakar, bahan pemantu dan bahan pembungkus produk
Pengertian (capital) modal semacam itu sebenarnya hanyalah merupakan salah satu pengertian dari modal, sebagaimana yang sering dipergunakan oleh para ahli ekonomi. Sebab, modal juga mencakup arti uang yang tersedia didalam perusahaan untuk membeli mesin-mesin serta faktor produksi lainnya.
Produksi yang menghasilkan barang-barang modal disebut indirect production atau produksi tidak langsung. Indirect production adalah pembuatan suatu alat, sebuah mesin ataupun setiap jenis barang modal, yang pada dasarnya akan membantu dalam hal pembuatan barang-barang yang akan dipakai langsung atau barang konsumsi untuk emmenuhi kebutuhan manusia.
4. Kecakapan Tata laksana (Managerial Skill)
Kecakapan tata laksana merupakan keahlian istimewa yang tidak dapat dimasukkan dalam faktor produksi tenaga kerja (labour). Kecakapan tata laksana adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu perusahaan sehingga usahanya dapat berjalan dengan efisien dan menguntungkan.
Keempat faktor produksi yang telah dibahas diatas, adalah unsur-unsur yang harus bekerja demi terlaksananya proses produksi. Untuk faktor tanah, dibayarkan sewa. Untuk usaha apapun itu tanah itu dipergunakan, untuk ditanami atau didirikan bangunan diatasnya, harus dibayarkan sewa. Untuk tenaga manusia, dikenal tiga jenis pembayaran balas jasa,yaitu:
1. upah,
2. gaji dan
3. royalti.
Untuk modal, modal uang ataupun modal barang, dibayarkan bunga. Bunga adalah sewa bagi uang, tidak peduli modal uang ataupun modal barang. Adapun dividen adalah semacam bunga yang dibayarkan pada mereka yang ikut serta dalam permodalan usaha.
Faktor-faktor produksi yang dimaksud adalah semua benda yang diciptakan oleh manusia atau yang disediakan oleh alam yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai jenis barang dan jasa yang mereka butuhkan.
Faktor-faktor produksi itu terdiri atas: tanah (Land), tenaga kerja (Labour), modal (capital) dan kecakapan tata laksana (managerial skill).
1. Tanah (Land)
Sebagai faktor produksi yang dimaksud tanah disini adalah mencakup tanah dengan berbagai kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Jadi, tanah meliputi kekayaan alam yang terkandung diatas dan didalam tanah, seperti barang-barang tambang dan lain-lain. Dengan demikian istilah tanah ini maksudnya adalah segala sesuatu yang bisa menjadi faktor produksi dan berasal atau disediakan alam, yang antara lain meliputi:
a. tenaga penumbuh yang baik untuk pertanian, perikananataupun pertambangan.
b. tenaga air yang baik untuk pengairan, pelayaran, PDAM.
c. ikan dan mineral, (sungai, danau, tambak)
d. tanah yang atasnya didirikan bangunan.
e. iklim, cuaca
Dengan kata lain, yang dimaksud tanah maupun sumberdaya alam disini adalah segala sumber asli yang tidak berasal dari kegiatan manusia.
2. Tenaga Kerja (Labour)
Sebagai faktor produksi yang dimaksud tenaga kerja disini adalah penduduk yang dapat digunakan dalam proses produksi termasuk didalamnya keahlian-keahlian yang mereka miliki. Jadi tenaga kerja bukan hanya berarti besarnya tenaga jasmani yang dapat digunakan dalam proses produksi tetapi juga meliputi kemampuan tenaga kerja dalam berfikir dan bekerja. Misalnya, tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih.
3. Modal (Capital)
Dalam analisa ekonomi “uang” tidak dapat dimasukkan sebagai faktor produksi. Yang dimaksud sebagai modal adalah semua barang-barang yang diciptakan oleh manusia dengan tujuan untuk menghasilkan barang lain atau jasa-jasa lain yang akan digunakan lebih lanjut. Termasuk capital adalah berbagai jenis misalnya, gedung, mesin, pabrik, kendaraan perusahaan, bahan baku, bahan bakar, bahan pemantu dan bahan pembungkus produk
Pengertian (capital) modal semacam itu sebenarnya hanyalah merupakan salah satu pengertian dari modal, sebagaimana yang sering dipergunakan oleh para ahli ekonomi. Sebab, modal juga mencakup arti uang yang tersedia didalam perusahaan untuk membeli mesin-mesin serta faktor produksi lainnya.
Produksi yang menghasilkan barang-barang modal disebut indirect production atau produksi tidak langsung. Indirect production adalah pembuatan suatu alat, sebuah mesin ataupun setiap jenis barang modal, yang pada dasarnya akan membantu dalam hal pembuatan barang-barang yang akan dipakai langsung atau barang konsumsi untuk emmenuhi kebutuhan manusia.
4. Kecakapan Tata laksana (Managerial Skill)
Kecakapan tata laksana merupakan keahlian istimewa yang tidak dapat dimasukkan dalam faktor produksi tenaga kerja (labour). Kecakapan tata laksana adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu perusahaan sehingga usahanya dapat berjalan dengan efisien dan menguntungkan.
Keempat faktor produksi yang telah dibahas diatas, adalah unsur-unsur yang harus bekerja demi terlaksananya proses produksi. Untuk faktor tanah, dibayarkan sewa. Untuk usaha apapun itu tanah itu dipergunakan, untuk ditanami atau didirikan bangunan diatasnya, harus dibayarkan sewa. Untuk tenaga manusia, dikenal tiga jenis pembayaran balas jasa,yaitu:
1. upah,
2. gaji dan
3. royalti.
Untuk modal, modal uang ataupun modal barang, dibayarkan bunga. Bunga adalah sewa bagi uang, tidak peduli modal uang ataupun modal barang. Adapun dividen adalah semacam bunga yang dibayarkan pada mereka yang ikut serta dalam permodalan usaha.
KEGIATAN EKONOMI
Kegiatan ekonomi dapat berarti penggunaan sumber-sumber yang langka (scare) untuk menghasilkan dan menyediakan barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Kegiatan ekonomi dalam masyarakat meliputi kegiatan menghasilkan (produksi), kegiatan memenuhi kebutuhan (konsumsi), kegiatan menjualbelikan sesuatu yang dimiliki (pertukaran) dan kegiatan pembagian (distribusi).
a. Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie yamin, tukang pijat yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya.
Ada enam macam guna barang, yaitu:
1. Guna bentuk (form utility)
2. Guna waktu (time utility)
3. Guna tempat (place utility)
4. Guna milik (ownership utility)
5. Guna dasar (element utility)
6. Guna pelayanan (service utility)
Jenis usaha produksi bertingkat-tingkat, seperti berikut:
1. Tingkat Produksi Primer (contoh: ekstraktif dan agraris)
2. Tingkat Produksi Sekunder (contoh: perdagangan dan industri)
3. Tingkat Produksi Tersier (contoh: jasa)
Cara perluasan atau peningkatan mutu dan jumlah produksi
1. Intensifikasi (mempertinggi produktifitas faktor produksi)
2. Ekstensifikasi (penambahan jumlah faktor produksi)
3. Specialisasi (pembagian kerja)
4. Standarisasi (pembagian standar produksi)
5. Mekanis (pengggunaan mesin-mesin)
b. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor. Contoh distribusi seperti penyalur sembako, penyalur pembantu lain-lain.
Tugas-tugas distribusi:
1. Membeli
2. Menyimpan
3. Mengadakan standarisasi
4. Mengangkut
5. Membelanjakan
6. Mengadakan iklan
7. Menjual
Badan atau orang yang melaksanakan distribusi disebut distributor. Lembaga distribusi terdiri dari:
1. Pedagang
2. Perantara (agen, makelar, komisioner)
3. Eksportir dan importir
Manfaat adanya distribusi:
1. Barang hasil produksi tidak tertimbun di tempat produksi
2. Tidak menimbulkan kelangkaan barang yang menyebabkan kenaikan harga.
c. Konsumsi
Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti membeli jamu di toko jamu, pergi ke dokter hewan ketika iguana kita sakit keras,
Pola konsumsi sesorang dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1. Besarnya pendapatan
2. Jumlah keluarga
3. Tingkat harga kebutuhan
4. Status sosial
5. Lingkungan
Kegiatan ekonomi dalam masyarakat timbul karena adanya unsur yang menggerakkan dan unsur yang menunjang. Unsur utama yang mengerakkan kegiatan ekonomi adalah kebutuhan ekonomi, yaitu kebutuhan terhadap keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang. Unsur penunjang adalah kebutuhan non ekonomi, yaitu :
a. kebutuhan terhadap kebebasan,
b. kebutuhan kasih sayang
c. kebutuhan nama baik
Selanjutnya, unsur-unsur yang menunjang kegiatan ekonomi adalah sumber-sumber ekonomi dan teknologi. Sumber-sumber ekonomi meliputi:
1. Sumber Daya Alam (Natural Resources), yaitu terdiri dari tanah, air, udara dan hasil tambang.
2. Sumber Daya Manusia (Human Resources) atau tenaga kerja, yaitu semua kemampuan manusia seperti kemampuan fisik, mental, keterampilan dan keahlian. Terdiri dari tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
3. Sumber Ekonomi buatan manusia (Capital), seperti: Mesin, Gedung, Jembatan, uang, kendaraaan perusahaan dan lain-lain.
a. Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie yamin, tukang pijat yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya.
Ada enam macam guna barang, yaitu:
1. Guna bentuk (form utility)
2. Guna waktu (time utility)
3. Guna tempat (place utility)
4. Guna milik (ownership utility)
5. Guna dasar (element utility)
6. Guna pelayanan (service utility)
Jenis usaha produksi bertingkat-tingkat, seperti berikut:
1. Tingkat Produksi Primer (contoh: ekstraktif dan agraris)
2. Tingkat Produksi Sekunder (contoh: perdagangan dan industri)
3. Tingkat Produksi Tersier (contoh: jasa)
Cara perluasan atau peningkatan mutu dan jumlah produksi
1. Intensifikasi (mempertinggi produktifitas faktor produksi)
2. Ekstensifikasi (penambahan jumlah faktor produksi)
3. Specialisasi (pembagian kerja)
4. Standarisasi (pembagian standar produksi)
5. Mekanis (pengggunaan mesin-mesin)
b. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor. Contoh distribusi seperti penyalur sembako, penyalur pembantu lain-lain.
Tugas-tugas distribusi:
1. Membeli
2. Menyimpan
3. Mengadakan standarisasi
4. Mengangkut
5. Membelanjakan
6. Mengadakan iklan
7. Menjual
Badan atau orang yang melaksanakan distribusi disebut distributor. Lembaga distribusi terdiri dari:
1. Pedagang
2. Perantara (agen, makelar, komisioner)
3. Eksportir dan importir
Manfaat adanya distribusi:
1. Barang hasil produksi tidak tertimbun di tempat produksi
2. Tidak menimbulkan kelangkaan barang yang menyebabkan kenaikan harga.
c. Konsumsi
Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti membeli jamu di toko jamu, pergi ke dokter hewan ketika iguana kita sakit keras,
Pola konsumsi sesorang dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1. Besarnya pendapatan
2. Jumlah keluarga
3. Tingkat harga kebutuhan
4. Status sosial
5. Lingkungan
Kegiatan ekonomi dalam masyarakat timbul karena adanya unsur yang menggerakkan dan unsur yang menunjang. Unsur utama yang mengerakkan kegiatan ekonomi adalah kebutuhan ekonomi, yaitu kebutuhan terhadap keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang. Unsur penunjang adalah kebutuhan non ekonomi, yaitu :
a. kebutuhan terhadap kebebasan,
b. kebutuhan kasih sayang
c. kebutuhan nama baik
Selanjutnya, unsur-unsur yang menunjang kegiatan ekonomi adalah sumber-sumber ekonomi dan teknologi. Sumber-sumber ekonomi meliputi:
1. Sumber Daya Alam (Natural Resources), yaitu terdiri dari tanah, air, udara dan hasil tambang.
2. Sumber Daya Manusia (Human Resources) atau tenaga kerja, yaitu semua kemampuan manusia seperti kemampuan fisik, mental, keterampilan dan keahlian. Terdiri dari tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
3. Sumber Ekonomi buatan manusia (Capital), seperti: Mesin, Gedung, Jembatan, uang, kendaraaan perusahaan dan lain-lain.
MASALAH EKONOMI
I. Masalah Pokok Ekonomi
Persoalan pokok setiap kegiatan ekonomi atau yang biasa disebut dengan central problem of every economy activity meliputi: masalah organisasi ekonomi, masalah kemungkinan produksi dan masalah penduduk.
1. Masalah Organisasi Ekonomi
Inti masalah ekonomi adalah bagaimana dengan sumber-sumber yang terbatas dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Masalah ekonomi timbul sebagai akibat dari tidak sesuainya jumlah kebutuhan manusia apabila dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia atau dapat disediakan para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam bentuk masyarakat atau perekonomian yang bagaimanapun akan selalu menghadapi tiga persoalan pokok yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Ketiga persoalan pokok tersebut adalah:
1. Persoalan What
Maksudnya, barang-barang apa yang akan dihasilkan dan dalam jumlah berapa. Artinya dari beberapa kemungkinan barang-barang dan jasa yang dihasilkan, barang-barang dan jasa mana yang akan dihasilkan lebih dahulu.
2. Persoalan How
Maksudnya, bagaimana barang-barang dan jasa itu dihasilkan. Artinya oleh siapa, dengan faktor-faktor produksi yang mana dan dengan metode teknologi yang bagaimana barang-barang dan jasa itu dihasilkan.
3. Persoalan For Whom
Maksudnya, untuk siapa barang-barang dan jasa itu dihasilkan. Artinya, siapa yang akan menikmati atau memakai barang-barang dan jasa tersebut dan bagaimana barang-barang dan jasa itu didistribusikan diantara masyarakat.
2. Masalah Kemungkinan Produksi atau Teknologi
Kenyataan ekonomi menunjukkan bahwa karena terbatasnya jumlah faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa maka mengharuskan suatu perekonomian untuk memilih barang-barang dan jasa mana yang harus dihasilkan, dengan memindahkan faktor-faktor produksi barang-barang dan jasa tersebut ke produksi barang-barang dan jasa lain.
3. Masalah Penduduk
Penduduk dalam jumlah besar belum berarti bahwa negara itu juga besar, tetapi jumlah penduduk yang besar membuka kemungkinan bagi suatu Negara untuk mendapatkan kedudukan yang berarti di mata dunia.
Menurut Thomas Robert Maltus dalam bukunya yang berjudul Easy on The Principles of Population menyatakan bahwa: Apabila tidak ada rintangan atau checks, maka setiap 25 tahun sekali penduduk akan berkembang menurut deret ukur sedangkan bahan makanan bertambah menurut deret hitung.
Rintangan-rintangan atau checks terhadap perkembangan penduduk yang dimaksud adalah:
1. Positive Checks, yaitu rintangan-rintangan berupa kenaikan tingkat kematian seperti: wabah penyakit, bencana alam, perang dan lain-lain.
2. Preventive checks, yaitu rintangan-rintangan yang akan menurunkan tingkat kelahiran seperti: penundaan perkawinan, keluarga berencana dan lain-lain.
II. Masalah Ekonomi Di Negara Berkembang
Indonesia termasuk salah satu negara berkembang. Seperti juga negara berkembang lainnya, Indonesia juga menghadapi masalah ekonomi yang sama. Masalah yang sering dihadapi oleh negara berkembang diantaranya adalah:
1. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan perwujudan keadaan serba kekurangan. Setiap negara memiliki ukuran batas kemiskinan yang berbeda dengan negara lain. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang dialami masyarakat.
Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasi kemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihat kemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinan kepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yakni kemiskinan massal / kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu. Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalami kekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaan itu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurun atau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinan individu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian:
a. Kemiskinan Absolut. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan.
b. Kemiskinan Relatif. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.
c. Kemiskinan Kultural. Miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
2. Keterbelakangan
Masalah keterbelakangan sangat berhubungan dengan masalah kualitas sumber daya manusia. Disamping itu masalah keterbelakangan sangat erat hubungannya dengan rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas-fasilitas umum, dan rendahnya disiplin masyarakat.
3. Pengangguran
Masalah lain yang dihadapi negara berkembang dalam pembangunan ekonomi adalah masalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Masalah pengangguran timbul karena ada ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia.
Jenis Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut, yaitu terdiri dari:
a. Pengangguran normal atau friksional
b. Pengangguran siklikal
c. Pengangguran struktural
d. Pengangguran teknologi
Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:
1. Pengangguran terbuka
2. Pengangguran tersembunyi
3. Pengangguran musiman
4. Setengah menganggur
4. Kekurangan Modal
Kekurangan modal adalah salah satu ciri setiap negara yang sedang mengalami proses pembangunan ekonomi. Kekurangan modal tidak hanya menghambat percepatan pembangunan, tetapi juga menyebabkan kesukaran negara tersebut keluar dari kemiskinan.
5. Ketidakmerataan Hasil Pendapatan
Adanya sistem perekonomian yang terpusat pada negara membuat potensi daerah kurang diperhatikan sehingga timbul kesenjangan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dan pendapatan menjadi tidak merata. Cara terbaik mengatasi ketidakmerataan hasil pendapatan adalah dengan pendistribusian pajak dan subsidi.
III. Masalah Ekonomi Di Negara Maju
Meskipun sudah terbiasa dengan budaya disiplin dan teratur, tetapi tetap saja negara-negara maju menghadapai berbagai masalah ekonomi. Masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tenaga kerja negara berkembang masuk ke negara maju
Negara maju memiliki pertumbuhan yang lambat atau bahkan berangka satu sehingga negara maju kekurangan tenaga kerja. Masuknya arus tenaga kerja dari negara berkembang ke negara maju menjadi dampak negatif karena perbedaan budaya, sosial ataupun fisik.
2. Produk negara berkembang masuk ke negara maju
Globalisasi ekonomi menyebabkan hambatan perdagangan antar negara semakin berkurang, sehingga produk negara berkembang banyak masuk ke negara maju.
3. Investasi negara maju masuk ke negara berkembang
Banyak pengusaha dari negara maju yang menanamkan investasinya di negara berkembang. Mereka berusaha menghindari pajak yang tinggi di negaranya sendiri dan berusaha untuk menghemat biaya produksi.
4. Kerusakan lingkungan meningkat
Negara maju mengklaim bahwa negara berkembanglah yang banyak membuat kerusakan lingkungan. Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pengusaha negara maju mengeruk sumber daya alam sebesar-besarnya untuk keperluan produksi.
IV. Pemecahan Masalah Kehidupan dengan Pendekatan Ekonomi
Masalah pokok ekonomi merupakan masalah yang sangat mendasar dan umum terjadi pada semua masyarakat dengan corak dan sistem perekonomian yang berbeda-beda. Setiap perekonomian selalu berusaha memecahkan dengan cara yang berbeda pula.
Dalam masyarakat modern terdapat tiga sistem perekonomian. Ketiga sistem tersebut memiliki mekanisme yang berbeda dalam memecahkan masalah organisasi ekonomi. Ketiga sistem tersebut adalah sistem komando, sistem kapitalis dan sistem ekonomi campuran.
Masyarakat menghadapi tuntutan perubahan melalui sistem-sistem ekonomi alternatif. Ilmu ekonomi dipelajari untuk mengoptimalkan segenap sumber daya yang langka.
V. Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Masalah Perekonomian
1. KEBIJAKAN FISKAL, Yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam pemerataan pendapatan Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK dan SUBSIDI.
2. KEBIJAKAN MONETER. Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Tujuannya adalah:
a. menjaga stabilitas ekonomi
b. menjaga stabilitas harga
c. meningkatkan kesempatan kerja
d. memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Caranya dengan :
1. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy)
2. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)
3. Kebijakan Cadangan Kas (Cash Ratio Policy)
4. Kebijakan Kredit Selektif
5. dan kebijakan lain yang dipandang paling sesuai dengan keadaan
3. KEBIJAKAN NON-FISKAL & NON-MONETER. Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan :
a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
b. mendorong peningkatan efisiensi
c. mengembangkan infra struktur
d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif
Persoalan pokok setiap kegiatan ekonomi atau yang biasa disebut dengan central problem of every economy activity meliputi: masalah organisasi ekonomi, masalah kemungkinan produksi dan masalah penduduk.
1. Masalah Organisasi Ekonomi
Inti masalah ekonomi adalah bagaimana dengan sumber-sumber yang terbatas dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Masalah ekonomi timbul sebagai akibat dari tidak sesuainya jumlah kebutuhan manusia apabila dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia atau dapat disediakan para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam bentuk masyarakat atau perekonomian yang bagaimanapun akan selalu menghadapi tiga persoalan pokok yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Ketiga persoalan pokok tersebut adalah:
1. Persoalan What
Maksudnya, barang-barang apa yang akan dihasilkan dan dalam jumlah berapa. Artinya dari beberapa kemungkinan barang-barang dan jasa yang dihasilkan, barang-barang dan jasa mana yang akan dihasilkan lebih dahulu.
2. Persoalan How
Maksudnya, bagaimana barang-barang dan jasa itu dihasilkan. Artinya oleh siapa, dengan faktor-faktor produksi yang mana dan dengan metode teknologi yang bagaimana barang-barang dan jasa itu dihasilkan.
3. Persoalan For Whom
Maksudnya, untuk siapa barang-barang dan jasa itu dihasilkan. Artinya, siapa yang akan menikmati atau memakai barang-barang dan jasa tersebut dan bagaimana barang-barang dan jasa itu didistribusikan diantara masyarakat.
2. Masalah Kemungkinan Produksi atau Teknologi
Kenyataan ekonomi menunjukkan bahwa karena terbatasnya jumlah faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa maka mengharuskan suatu perekonomian untuk memilih barang-barang dan jasa mana yang harus dihasilkan, dengan memindahkan faktor-faktor produksi barang-barang dan jasa tersebut ke produksi barang-barang dan jasa lain.
3. Masalah Penduduk
Penduduk dalam jumlah besar belum berarti bahwa negara itu juga besar, tetapi jumlah penduduk yang besar membuka kemungkinan bagi suatu Negara untuk mendapatkan kedudukan yang berarti di mata dunia.
Menurut Thomas Robert Maltus dalam bukunya yang berjudul Easy on The Principles of Population menyatakan bahwa: Apabila tidak ada rintangan atau checks, maka setiap 25 tahun sekali penduduk akan berkembang menurut deret ukur sedangkan bahan makanan bertambah menurut deret hitung.
Rintangan-rintangan atau checks terhadap perkembangan penduduk yang dimaksud adalah:
1. Positive Checks, yaitu rintangan-rintangan berupa kenaikan tingkat kematian seperti: wabah penyakit, bencana alam, perang dan lain-lain.
2. Preventive checks, yaitu rintangan-rintangan yang akan menurunkan tingkat kelahiran seperti: penundaan perkawinan, keluarga berencana dan lain-lain.
II. Masalah Ekonomi Di Negara Berkembang
Indonesia termasuk salah satu negara berkembang. Seperti juga negara berkembang lainnya, Indonesia juga menghadapi masalah ekonomi yang sama. Masalah yang sering dihadapi oleh negara berkembang diantaranya adalah:
1. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan perwujudan keadaan serba kekurangan. Setiap negara memiliki ukuran batas kemiskinan yang berbeda dengan negara lain. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang dialami masyarakat.
Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasi kemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihat kemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinan kepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yakni kemiskinan massal / kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu. Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalami kekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaan itu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurun atau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinan individu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian:
a. Kemiskinan Absolut. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan.
b. Kemiskinan Relatif. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.
c. Kemiskinan Kultural. Miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
2. Keterbelakangan
Masalah keterbelakangan sangat berhubungan dengan masalah kualitas sumber daya manusia. Disamping itu masalah keterbelakangan sangat erat hubungannya dengan rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas-fasilitas umum, dan rendahnya disiplin masyarakat.
3. Pengangguran
Masalah lain yang dihadapi negara berkembang dalam pembangunan ekonomi adalah masalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Masalah pengangguran timbul karena ada ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia.
Jenis Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut, yaitu terdiri dari:
a. Pengangguran normal atau friksional
b. Pengangguran siklikal
c. Pengangguran struktural
d. Pengangguran teknologi
Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:
1. Pengangguran terbuka
2. Pengangguran tersembunyi
3. Pengangguran musiman
4. Setengah menganggur
4. Kekurangan Modal
Kekurangan modal adalah salah satu ciri setiap negara yang sedang mengalami proses pembangunan ekonomi. Kekurangan modal tidak hanya menghambat percepatan pembangunan, tetapi juga menyebabkan kesukaran negara tersebut keluar dari kemiskinan.
5. Ketidakmerataan Hasil Pendapatan
Adanya sistem perekonomian yang terpusat pada negara membuat potensi daerah kurang diperhatikan sehingga timbul kesenjangan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dan pendapatan menjadi tidak merata. Cara terbaik mengatasi ketidakmerataan hasil pendapatan adalah dengan pendistribusian pajak dan subsidi.
III. Masalah Ekonomi Di Negara Maju
Meskipun sudah terbiasa dengan budaya disiplin dan teratur, tetapi tetap saja negara-negara maju menghadapai berbagai masalah ekonomi. Masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tenaga kerja negara berkembang masuk ke negara maju
Negara maju memiliki pertumbuhan yang lambat atau bahkan berangka satu sehingga negara maju kekurangan tenaga kerja. Masuknya arus tenaga kerja dari negara berkembang ke negara maju menjadi dampak negatif karena perbedaan budaya, sosial ataupun fisik.
2. Produk negara berkembang masuk ke negara maju
Globalisasi ekonomi menyebabkan hambatan perdagangan antar negara semakin berkurang, sehingga produk negara berkembang banyak masuk ke negara maju.
3. Investasi negara maju masuk ke negara berkembang
Banyak pengusaha dari negara maju yang menanamkan investasinya di negara berkembang. Mereka berusaha menghindari pajak yang tinggi di negaranya sendiri dan berusaha untuk menghemat biaya produksi.
4. Kerusakan lingkungan meningkat
Negara maju mengklaim bahwa negara berkembanglah yang banyak membuat kerusakan lingkungan. Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pengusaha negara maju mengeruk sumber daya alam sebesar-besarnya untuk keperluan produksi.
IV. Pemecahan Masalah Kehidupan dengan Pendekatan Ekonomi
Masalah pokok ekonomi merupakan masalah yang sangat mendasar dan umum terjadi pada semua masyarakat dengan corak dan sistem perekonomian yang berbeda-beda. Setiap perekonomian selalu berusaha memecahkan dengan cara yang berbeda pula.
Dalam masyarakat modern terdapat tiga sistem perekonomian. Ketiga sistem tersebut memiliki mekanisme yang berbeda dalam memecahkan masalah organisasi ekonomi. Ketiga sistem tersebut adalah sistem komando, sistem kapitalis dan sistem ekonomi campuran.
Masyarakat menghadapi tuntutan perubahan melalui sistem-sistem ekonomi alternatif. Ilmu ekonomi dipelajari untuk mengoptimalkan segenap sumber daya yang langka.
V. Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Masalah Perekonomian
1. KEBIJAKAN FISKAL, Yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam pemerataan pendapatan Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK dan SUBSIDI.
2. KEBIJAKAN MONETER. Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Tujuannya adalah:
a. menjaga stabilitas ekonomi
b. menjaga stabilitas harga
c. meningkatkan kesempatan kerja
d. memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran
Caranya dengan :
1. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy)
2. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)
3. Kebijakan Cadangan Kas (Cash Ratio Policy)
4. Kebijakan Kredit Selektif
5. dan kebijakan lain yang dipandang paling sesuai dengan keadaan
3. KEBIJAKAN NON-FISKAL & NON-MONETER. Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan :
a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
b. mendorong peningkatan efisiensi
c. mengembangkan infra struktur
d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif
HAKEKAT ILMU EKONOMI
Sebagai satu cabang dari ilmu pengetahuan yang luas, ilmu ekonomi tergolong pengetahuan yang relatif baru. Istilah economic baru ada pada abad ke-20, yang sebelum itu ilmu ekonomi hanya dipandang sebagai politik pemerintah khusus dalam hubungannya dengan perpajakan, perdagangan luar negeri, dan lain-lain.
Sebagai ilmu sosial, ilmu ekonomi mendapat julukan The Queen of The Social Sciences. Predikat ini diberikan karena ilmu ekonomi merupakan salah satu diantara ilmu sosial yang pertama kali menggunakan metode kuantitatif di dalam analisa-analisanya, dan bahkan sampai sekarang ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling banyak memakai teknik matematika dan statistik dibanding ilmu sosial lainnya.
Istilah ekonomi lahir di Yunani, berasal dari kata Oikos dan Nomos (Oikos = rumah tangga, Nomos = mengatur), orang-orang Barat menerjemahkan dengan management of household or state (tata laksana rumah tangga atau pemilikan). Jadi pada dasarnya ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mengatur tentang prinsip-prinsip didalam menggunakan pendapatan rumah tangga yang bersangkutan.
Definisi tentang ilmu ekonomi telah banyak dikemukakan oleh para ahli, yang dari semua definisi masing-masing mempunyai satu unsur yang sama yaitu adanya alat-alat pemuas kebutuhan yang langka. Para ahli ekonomi biasanya mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia, secara individu atau bersama-sama, dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas jumlahnya untuk menghasilkan barang dan jasa yang mereka perlukan.
Definisi lain tentang ilmu ekonomi yang lebih luas dan lengkap dipergunakan oleh Professor Paul Anthony Samuelson, sebagai berikut: Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan atau menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber produksi yang langka dapat mempunyai penggunaan alternatif, untuk memprodusir berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang, kepada berbagai golongan dan kelompok didalam mayarakat. Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan didalam pola alokasi sumber-sumber.
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
a. Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
b. Sumber daya tersedia secara terbatas.
c. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ada 3 hal penting yang dapat diambil dari definisi ilmu ekonomi yang dikemukakan oleh Professor Paul Anthony Samuelson tersebut atas:
1. Bahwa masalah utama (main of central problem) setiap tingkah laku ekonomis, atau masalah utama didalam ilmu ekonomi, adalah masalah pemilihan (problem of choise). Yang dimaksud pemilihan disini adalah pemilihan cara menggunakan sumber-sumber produktif yang mempunyai penggunaan alternatif artinya setiap barang tidak hanya mempunyai satu penggunaan,
2. Bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang-barang yang langka (scare), dan
3. Bahwa didalam setiap masyarakat, produksi dan konsumsi sebenarnya harus selalu ada bersama-sama. Maksudnya harus selalu ada sekelompok dari anggota masyarakat yang membuat barang-barang dan jasa guna dinikmati hasilnya oleh sekelompok anggota masyarakat yang lain.
Profesor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), telah mengumpulkan sekurang-kurangnya enam buah definisi dari berbagai ahli lain. Keenam definisi itu masing-masing adalah sebagai berikut.
1. Ilmu ekonomi, atau ekonomi politik (political economy), adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada berbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi.
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan.
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya.
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan.
6. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Pembagian Ilmu Ekonomi terdiri dari:
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif). Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik) yang tertentu, misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi). Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan). Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
Sementara itu, masalah perekonomian yang paling pokok meliputi tiga masalah fundamental yang saling terkait, yakni what, how dan for whom yang secara lengkap menunjukkan hubungan yang erat antara produksi dengan konsumsi.
Ilmu ekonomi memiliki beberapa macam alat utama untuk analisis-analisisnya. Alat-alat itu adalah:
1. metode kuantitatif dan metode kualitatif
2. metode induksi dan metode deduksi
3. matematika dan statistika
Selain itu, ilmu ekonomi memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. manfaat bagi individu
Faktor-faktor ekonomi banyak sekali pengaruhnya atas keputusan-keputusan yang diambil oleh setiap orang, misalnya saja tentang karier apakah yang sebaiknya dipilih, dimanakah harus hidup dan tinggal dan sebagainya.
Pertimbangan-pertimbangan ekonomis juga sangat berpengaruh pada pembuatan keputusan-keputusan kecil tentang peristiwa kecil yang terjadi, seperti apa yang akan dimakan hari ini, jalan kaki ataukah naik kendaraan untuk pergi ke kantor dan masih banyak lagi keputusan yang akan memuaskan selera manusia serta dapat menolong mencapai tujuan pribadinya.
b. manfaat bagi dunia usaha
Kebanyakan kegiatan usaha adalah berkenaan dengan pengumpulan informasi ekonomi dan pembuatan ramalan yang didasarkan pada informasi tersebut. Pada umumnya, tujuan seorang usahawan adalah untuk memperoleh laba. Dalam usahanya mencapai tujuan itu, ia harus dapat memastikan tentang pasar apakah yang dihadapinya itu (monopoli, pasar persaingan bebas dan lain-lainnya), apakah ia harus mempertahankan harganya, ataukah harus menaikkan atau bahkan menurunkan, apakah harus menambah atau mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan, apakah harus menambah upah karyawan dan sebagainya.
c. bangsa dan negara
Kemajuan ekonomi telah menopang negara untuk bangkit sebagai negara besar, sedangkan tekanan-tekanan ekonomi juga menjadi sebab merosot serta hancurnya suatu negara. Semua negara bisa menjadikan negara mereka cukup kaya, dan itulah yang menjadi faktor penentu bagi negara.
Melihat hal-hal diatas, jelaslah kini bahwa ilmu ekonomi bukan semata-mata menarik untuk dipelajari, tetapi wajib dipelajari.
Sebagai ilmu sosial, ilmu ekonomi mendapat julukan The Queen of The Social Sciences. Predikat ini diberikan karena ilmu ekonomi merupakan salah satu diantara ilmu sosial yang pertama kali menggunakan metode kuantitatif di dalam analisa-analisanya, dan bahkan sampai sekarang ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling banyak memakai teknik matematika dan statistik dibanding ilmu sosial lainnya.
Istilah ekonomi lahir di Yunani, berasal dari kata Oikos dan Nomos (Oikos = rumah tangga, Nomos = mengatur), orang-orang Barat menerjemahkan dengan management of household or state (tata laksana rumah tangga atau pemilikan). Jadi pada dasarnya ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mengatur tentang prinsip-prinsip didalam menggunakan pendapatan rumah tangga yang bersangkutan.
Definisi tentang ilmu ekonomi telah banyak dikemukakan oleh para ahli, yang dari semua definisi masing-masing mempunyai satu unsur yang sama yaitu adanya alat-alat pemuas kebutuhan yang langka. Para ahli ekonomi biasanya mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia, secara individu atau bersama-sama, dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas jumlahnya untuk menghasilkan barang dan jasa yang mereka perlukan.
Definisi lain tentang ilmu ekonomi yang lebih luas dan lengkap dipergunakan oleh Professor Paul Anthony Samuelson, sebagai berikut: Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan atau menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber produksi yang langka dapat mempunyai penggunaan alternatif, untuk memprodusir berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang, kepada berbagai golongan dan kelompok didalam mayarakat. Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan didalam pola alokasi sumber-sumber.
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
a. Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
b. Sumber daya tersedia secara terbatas.
c. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ada 3 hal penting yang dapat diambil dari definisi ilmu ekonomi yang dikemukakan oleh Professor Paul Anthony Samuelson tersebut atas:
1. Bahwa masalah utama (main of central problem) setiap tingkah laku ekonomis, atau masalah utama didalam ilmu ekonomi, adalah masalah pemilihan (problem of choise). Yang dimaksud pemilihan disini adalah pemilihan cara menggunakan sumber-sumber produktif yang mempunyai penggunaan alternatif artinya setiap barang tidak hanya mempunyai satu penggunaan,
2. Bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang-barang yang langka (scare), dan
3. Bahwa didalam setiap masyarakat, produksi dan konsumsi sebenarnya harus selalu ada bersama-sama. Maksudnya harus selalu ada sekelompok dari anggota masyarakat yang membuat barang-barang dan jasa guna dinikmati hasilnya oleh sekelompok anggota masyarakat yang lain.
Profesor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), telah mengumpulkan sekurang-kurangnya enam buah definisi dari berbagai ahli lain. Keenam definisi itu masing-masing adalah sebagai berikut.
1. Ilmu ekonomi, atau ekonomi politik (political economy), adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada berbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi.
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan.
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya.
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan.
6. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Pembagian Ilmu Ekonomi terdiri dari:
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif). Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik) yang tertentu, misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi). Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan). Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
Sementara itu, masalah perekonomian yang paling pokok meliputi tiga masalah fundamental yang saling terkait, yakni what, how dan for whom yang secara lengkap menunjukkan hubungan yang erat antara produksi dengan konsumsi.
Ilmu ekonomi memiliki beberapa macam alat utama untuk analisis-analisisnya. Alat-alat itu adalah:
1. metode kuantitatif dan metode kualitatif
2. metode induksi dan metode deduksi
3. matematika dan statistika
Selain itu, ilmu ekonomi memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. manfaat bagi individu
Faktor-faktor ekonomi banyak sekali pengaruhnya atas keputusan-keputusan yang diambil oleh setiap orang, misalnya saja tentang karier apakah yang sebaiknya dipilih, dimanakah harus hidup dan tinggal dan sebagainya.
Pertimbangan-pertimbangan ekonomis juga sangat berpengaruh pada pembuatan keputusan-keputusan kecil tentang peristiwa kecil yang terjadi, seperti apa yang akan dimakan hari ini, jalan kaki ataukah naik kendaraan untuk pergi ke kantor dan masih banyak lagi keputusan yang akan memuaskan selera manusia serta dapat menolong mencapai tujuan pribadinya.
b. manfaat bagi dunia usaha
Kebanyakan kegiatan usaha adalah berkenaan dengan pengumpulan informasi ekonomi dan pembuatan ramalan yang didasarkan pada informasi tersebut. Pada umumnya, tujuan seorang usahawan adalah untuk memperoleh laba. Dalam usahanya mencapai tujuan itu, ia harus dapat memastikan tentang pasar apakah yang dihadapinya itu (monopoli, pasar persaingan bebas dan lain-lainnya), apakah ia harus mempertahankan harganya, ataukah harus menaikkan atau bahkan menurunkan, apakah harus menambah atau mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan, apakah harus menambah upah karyawan dan sebagainya.
c. bangsa dan negara
Kemajuan ekonomi telah menopang negara untuk bangkit sebagai negara besar, sedangkan tekanan-tekanan ekonomi juga menjadi sebab merosot serta hancurnya suatu negara. Semua negara bisa menjadikan negara mereka cukup kaya, dan itulah yang menjadi faktor penentu bagi negara.
Melihat hal-hal diatas, jelaslah kini bahwa ilmu ekonomi bukan semata-mata menarik untuk dipelajari, tetapi wajib dipelajari.
DASAR, POLA DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pada dasarnya pembangunan ekonomi mempunyai empat dimensi pokok yaitu:
1. pertumbuhan,
2. penanggulangan kemiskinan,
3. perubahan atau transformasi ekonomi, dan
4. keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.
Tiga Tujuan Inti Pembangunan
1. Peningkatan ketersediaan kebutuhan hidup pokok.
2. Peningkatan standar hidup.
3. Perluasan pilihan-pilihan ekonomi dan sosial. (Todaro & Smith)
Pembangunan yang Berhasil Berdasarkan paparan tentang Pengukuran pembangunan di atas, adalah sebagai berikut:
Pembangunan ekonomi adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya, atau suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.
Penggolongan Negara-Negara Dunia
I. Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat :
a. Negara Dunia Ke-I (First World), (Negara Maju / Developed Country).
Eropa Barat (Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Jerman Barat),
Amerika Utara (USA, Kanada),Australia, New Zeland, Jepang, Korea, China
b. Negara Dunia Ke-II (Second World), (Negara Maju / Developed Country), yaitu Eropa Timur (Rusia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia)
c. Negara Dunia Ke-III (Third World), (Negara Sedang Berkembang / Negara Selatan).
Sebagian besar Asia (kecuali Jepang, Korea dan China),
Negara-negara Afrika
Negara-negara Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan).
II. Berdasarkan pada Tingkat Pendapatan Perkapita :
a. Negara Maju (Developed Country) > U$ 2.000
b. Negara Semi Maju (Semi Developing Country) > U$ 400
c. Negara Miskin (Under Developing Country) < U$ 400 Berbagai corak perkembangan ekonomi yang telah dicapai di negara-negara dunia ini tidaklah dapat ditiru begitu saja oleh negara sedang berkembang. Meskipun ada beberapa aspek yang sama, tetapi pada dasarnya berbeda baik mengenai keadaannya maupun tujuannya. Apa yang digambarkan dibawah ini adalah pola-pola perkembangan ekonomi yang ada didunia ini. Hal ini perlu untuk mengetahui keadaan sekarang dan mungkin masa yang akan datang. 1. Perkembangan ekonomi di negara-negara barat, pembangunan dilakukan secara spontan. 2. Perkembangan ekonomi Jepang, adalah pembangunan yang didorong. 3. Perkembangan ekonomi Rusia, adalah pembangunan yang dipaksakan. 4. Perkembangan ekonomi di negara sedang berkembangan, adalah adanya kesinambungan. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN Peranan pemerintah dalam hal campur tangannya terhadap proses perkembangan ekonomi untuk masing-masing negara mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Kebijkan yang diambil pemerintah ada dua macam, yaitu kebijakan ekonomi dalam negeri dan kebijakan ekonomi luar negeri. A. KEBIJAKAN EKONOMI DALAM NEGERI Semua orang setuju bahwa peranan pemerintah di negara maju itu harus lebih aktif demi untuk memperlancar pembangunan. Hal ini disebabkan situasi di negara tersebut berbeda dengan situasi ketika negara-negara sekarang telah maju mengalami proses perkembangan. Halangan untuk berkembang di negara sedang berkembang saat ini lebih berat daripada halangan untuk berkembang di negara-negara maju pada saat mereka mulai berkembang. Pada dasarnya terdapat dua perbedaan aliran mengenai cara mengatasi hambatan pembangunan, yaitu aliran pertama disebut sebagai “all or nothing approach” (semua atau tidak sama sekali) yang mengatakan bahwa rintangan-rintangan dari perkembangan itu hanya dapat diatasi bila pemerintah mengadakan industrialisasi besar-besaran dan secara cepat. Artinya pemerintah harus melakukan perencanaan-pererncanaan dan program-program dan selekasnya dapat diadakan akumulasi kapital. Perencanaan itu paling sedikit harus memliki empat kelompok target, yaitu: 1. Target produksi yang tegas yang menunjukkan kenaikan produksi barang-barang yang diperlukan. 2. Perhitungan anggaran penanaman modal untuk proyek investasi publik seperti jalan, jembatan, listrik air, dsb. 3. Membuat anggaran untuk human investment yang meliputi pengeluaran pemerintah untuk investasi dalam bidang pendidikan dan membuat peraturan yang mengatur kegiatan perseorangan swasta. Aliran kedua “gradual approach”, mengatakan bahwa rintangan pertumbuhan sebaiknya dihilangkan secara bertahap. Yaitu dengan perencanaan yang sedikit saja, industrialisasi dilaksanakan secara perlahan-lahan dan mementingkan mekanisme pasar demi berkembangnya usaha-usaha swasta serta memecahkan masalah pembangunan dengan bertahap. Titik berat kebijakan didalam negeri adalah pada perbaikan di: 1. Bidang pendidikan dan kesehatan, yaitu dengan perluasan bidang pendidikan dan perbaikan makanan. 2. Fasilitas pelayanan umum, yaitu dengan perluasan transportsi, komunikasi, tenaga listrik dan prasaran lainnya. 3. Bidang pertanian, yaitu dengan land reform (redistribusi pemilikan tanah supaya penggunaan tanah lebih efisien dengan memberikan kepada petani luas tanah yang mendekati kemampuan maksimum seorang petani dala mengolah tanah, sehingga mereka dapat mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya dapat langsung dinikmati). Kebijakan pembangunan dalam negeri yang diambil pemerintah juga meliputi Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran dan penawaran. A. Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran, meliputi: 1. KEBIJAKAN FISKAL Yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Atau kebijakan pemerintah yang membuat perubahan dalam bidang per-pajakan (T) dan pengeluaran pemerintah (G) dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran/permintaan agregat dalam perekonomian Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam pemerataan pendapatan. Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK dan SUBSIDI. Menurut pandangan Keynes, kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah sangat penting untuk mengatasi pengangguran. Prosesnya adalah; a. Pengurangan pajak penghasilan → akan menambah daya beli masyarakat dan akan meningkatkan pengeluaran agregat. b. Peningkatan pengeluaran agregat dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa maupun untuk menambah investasi. c. Selanjutnya dlm.masa inflasi atau ketika kegiatan ekonomi telah full employment, langkah sebaliknya harus dilakukan yaitu ; pajak dinaikkan dan pengeluaran pemerintah akan dikurangi. d. Langkah ini akan menurunkan pengeluaran/permintaan agregat dan mengurangi tekanan inflasi. 2. KEBIJAKAN MONETER Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: a. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy. Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. b. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain : a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation). Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. b. Fasilitas Diskonto (Discount Rate). Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. c. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio). Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio. d. Himbauan Moral (Moral Persuasion). Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. Tujuannya adalah: a. menjaga stabilitas ekonomi b. menjaga stabilitas harga c. meningkatkan kesempatan kerja d. memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran Tolak Ukur Stabilitas Moneter Setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah harus memiliki target dan ukuran keberhasilan. Hal ini penting, untuk mengukur atau sebagai acuan, apakah kebijakan tersebut berhasil atau tidak. Dalam perekonomian beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kebijakan moneter adalah : 1. Jumlah Uang Beredar (JUB) 2. Laju inflasi yang cukup rendah terkendali 3. Suku bunga pada tingkat yang wajar 4. Nilai tukar rupiah yang realistis, dan 5. Ekspektasi/harapan masyarakat terhadap moneter Strategi Kebijakan Moneter Untuk mendapatkan indikator moneter seperti disyaratkan di atas, pemerintah yang dalam hal ini otoritas moneter, memerlukan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Secara umum, strategi moneter yang dapat dipilih antara lain adalah : 1. Startegi Kebijakan moneter longgar (Easy Monetary Policy) atau Strategi kebijakan moneter ketat (Tight Monetary Policy) Kebijakan moneter longgar akan ditempuh untuk menggiatkan kembali perekonomian yang sedang lesu, dengan cara mempermudah dan menambah jumlah uang beredar, agar permintaan konsumsi naik. 2. Countercyclical Monetary Policy atau Accomodative Monetary Policy Countercyclical Monetary Policy Untuk memperlunak konjungtur/naik turunnya perekonomian, pemerintah perlu secara aktif malakukan intervensi di pasar uang, yakni dengan melakukan ekspansi moneter disaat perekonomian menghadapi masa resesi dan melakukan konstraksi moneter saat perekonomian mengalami boom/laju yang terlalu cepat. Penjelasan ini dapat dilihat pada gambar berikut 3. Accomodatice Monetery Policy Pendapat kedua mengatakan, bahwa sebaiknya pemerintah menghindari intervensi untuk memperlunak konjungtur perekonomian yang terjadi, dan membiarkannya terjadi secara alami. Pendapat ini didasarkan pada pemikiran: 1. Ekspektasi masyarakat dapat mengalahkan dampak dari variabel-variabel moneter lainnya. Dengan kata lain, masyarakat telah mengantisipasi setiap kebijakan yang akan diterapkan oleh masyarakat. 2. Kebijakan pemerintah tidak dapat memberi dampak secara langsung dan segera. Sebagai contoh; kebijakan moneter longgar yang ekspansif yang diterapkan saat ekonomi lesu/resesi, tidak akan segera kelihatan dampaknya saat itu juga, namun butuh waktu dan itu dapat terjadi justru ketika perekonomian telah mencapai tahap boom. Efektifitas Kebijakan Moneter Yang dimaksud dengan efektifitas kebijakan moneter adalah, sejauh mana kebijakan moneter yang ditempuh pemerintah (apapun bentuknya), memberi dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat, dalam arti : a. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi b. dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat c. dapat meningkatkan kesempatan kerja d. dapat meningkatkan penerimaan devisa negara e. serta memberi pengaruh pada kebijakan makro lainnya Teori yang membicarakan mengenai efektifitas kebijakan moneter ini diantaranya adalah : a. Teori Natural Rate Hypothesis, yang percaya bahwa kebijakan hanya akan efektif dan memberi dampak dalam jangka pendek saja, namun tidak akan efektif untuk jangka panjang. b. Teori Rational Expectation Hypothesis, yang percaya bahwa baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, kebijakan moneter tidak akan efektif untuk memberi pemahaman yang lebih baik mengenai kedua teori tersebut, perhatikan contoh kasus berikut ini. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat, pemerintah akan menempuh kebijakan ekspansif (kebijakan moneter longgar). Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern, antara lain: a. Teori Klasik >< Teori Keynes. Menurut teori Klasik, kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Sedangkan menurut teori Keynes, sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik, disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik, sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. b. Teori klasik modern >< Teori Keynes. Salah satu penganut teori klasik modern, Milton Friedman, mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Kemudian, untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion, target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis, yang disebut dengan constrained discretion. Karena pada dasarnya, dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang murni rules ataupun murni discretion. c. Teori kuantitas >< Teori Keynes.
Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara, sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. Penggunaan sasaran antara, baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang, akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Guna menghindarkan polemik ini, kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan, tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir, otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran, karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor.
d. Teori rational expectations.
Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting, karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek, karena setelah ekspektasi masyarakat berperan, output akan kembali seperti semula. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi ekspektasi masyarakat.
e. Teori moneter modern.
Dalam perkembangan selanjutnya, teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek.
3. KEBIJAKAN NON-FISKAL & NON-MONETER
Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan :
a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
b. mendorong peningkatan efisiensi
c. mengembangkan infra struktur
d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif
B. Kebijakan dari segi/aspek penawaran :
1. Kebijakan pendapatan (Income Policy) yaitu kebijakan pemerintah yg. dilaksanakan dng.tujuan untuk mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.
2. Melaksanakan usaha swastanisasi, dng.tujuan me-ningkatkan efisiensi.
3. Mendorong persaingan yang lebih sempurna, dengan melakukan deregulasi berbagai aturan yang dapat mengendalikan efek monopoli atau semi monopoli yang tidak efisien. Misal pemberian insentif oleh pemerintah (berupa pengurangan pajak atau pembebasan pajak) dalam rangka inovasi teknologi atau perbaikan mutu produksi.
B. KEBIJAKAN EKONOMI LUAR NEGERI
Biasanya negara sedang berkembang melaksanakan kebijaksanaan perdangan internasional untuk melindungi industri dalam negerinya dengan proteksi, subsidi, dan multiple exchange rate. Kebijakan ekonomi luar negeri juga meliputi:
1. Investasi asing swasta, bisa berbentuk investasi langsung dengan membeli saham-saham perusahaan dinegara berkembang.
2. Investasi asing pemerintah, berupa pinjaman dan hadiah dari pemerintah asing atau badan internasional.
3. Kebijaksanaan tata niaga untuk pengembangan sektor industri. Dengan cara:
a. Pola ekspor. Pengaturan dilakuan untuk mendukung arah pola tata niaga yang mampu mendatangkan bahan mentah, bahan pendorong maupun keahlian.
b. Pola pasar dalam negeri dengan pengaturan tata niaga yang mendukung persaingan bebas agar mutu produksi dalam negeri dapat segera meningkat.
c. Tarif. Pengenaan tarif akan mengundang impor barang jadi dan sebaliknya pembebanan tarif pada barang yang disusulkan industri hilir akan menyebabkan impor yang diusulkan industri hilir. Karena pembebanan tarif pada seluruh rantai industri tidak mungkin dilakukan, maka pembebanan tarif harus selektif.
d. Quota. Dilakukan untuk membatasi impor. Dari segi kuantittas kuota lebih efektif dalam membatasi jumlah barang yang diimpor, sehingga mengakibatkan tingginya harga barang dan terbatasnya jumlah barang.
e. Penunjukan importir oleh pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi atau mengontrol jumlah barang impor yang masuk, tetapi bukan karena adanya kuota.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincolin. 1992. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta:STIE YKPN
Djojohadikusumo, Sumitro. 1975. Ekonomi Indonesia. Bandung.
Herrick dan Kindleberger. 1983. Economic Development. Tokyo: McGraw Hill Kogakhusa.
Irawan dan suparmoko. 1987. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta. Liberty.
Sukirno, Sadono. 1981. Ekonomi Pembangunan. Medan: Berta Gerat.
Suwarsono dan Alvin. 2000. Pembangunan dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES.
1. pertumbuhan,
2. penanggulangan kemiskinan,
3. perubahan atau transformasi ekonomi, dan
4. keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.
Tiga Tujuan Inti Pembangunan
1. Peningkatan ketersediaan kebutuhan hidup pokok.
2. Peningkatan standar hidup.
3. Perluasan pilihan-pilihan ekonomi dan sosial. (Todaro & Smith)
Pembangunan yang Berhasil Berdasarkan paparan tentang Pengukuran pembangunan di atas, adalah sebagai berikut:
Pembangunan ekonomi adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya, atau suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.
Penggolongan Negara-Negara Dunia
I. Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat :
a. Negara Dunia Ke-I (First World), (Negara Maju / Developed Country).
Eropa Barat (Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Jerman Barat),
Amerika Utara (USA, Kanada),Australia, New Zeland, Jepang, Korea, China
b. Negara Dunia Ke-II (Second World), (Negara Maju / Developed Country), yaitu Eropa Timur (Rusia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia)
c. Negara Dunia Ke-III (Third World), (Negara Sedang Berkembang / Negara Selatan).
Sebagian besar Asia (kecuali Jepang, Korea dan China),
Negara-negara Afrika
Negara-negara Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan).
II. Berdasarkan pada Tingkat Pendapatan Perkapita :
a. Negara Maju (Developed Country) > U$ 2.000
b. Negara Semi Maju (Semi Developing Country) > U$ 400
c. Negara Miskin (Under Developing Country) < U$ 400 Berbagai corak perkembangan ekonomi yang telah dicapai di negara-negara dunia ini tidaklah dapat ditiru begitu saja oleh negara sedang berkembang. Meskipun ada beberapa aspek yang sama, tetapi pada dasarnya berbeda baik mengenai keadaannya maupun tujuannya. Apa yang digambarkan dibawah ini adalah pola-pola perkembangan ekonomi yang ada didunia ini. Hal ini perlu untuk mengetahui keadaan sekarang dan mungkin masa yang akan datang. 1. Perkembangan ekonomi di negara-negara barat, pembangunan dilakukan secara spontan. 2. Perkembangan ekonomi Jepang, adalah pembangunan yang didorong. 3. Perkembangan ekonomi Rusia, adalah pembangunan yang dipaksakan. 4. Perkembangan ekonomi di negara sedang berkembangan, adalah adanya kesinambungan. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN Peranan pemerintah dalam hal campur tangannya terhadap proses perkembangan ekonomi untuk masing-masing negara mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Kebijkan yang diambil pemerintah ada dua macam, yaitu kebijakan ekonomi dalam negeri dan kebijakan ekonomi luar negeri. A. KEBIJAKAN EKONOMI DALAM NEGERI Semua orang setuju bahwa peranan pemerintah di negara maju itu harus lebih aktif demi untuk memperlancar pembangunan. Hal ini disebabkan situasi di negara tersebut berbeda dengan situasi ketika negara-negara sekarang telah maju mengalami proses perkembangan. Halangan untuk berkembang di negara sedang berkembang saat ini lebih berat daripada halangan untuk berkembang di negara-negara maju pada saat mereka mulai berkembang. Pada dasarnya terdapat dua perbedaan aliran mengenai cara mengatasi hambatan pembangunan, yaitu aliran pertama disebut sebagai “all or nothing approach” (semua atau tidak sama sekali) yang mengatakan bahwa rintangan-rintangan dari perkembangan itu hanya dapat diatasi bila pemerintah mengadakan industrialisasi besar-besaran dan secara cepat. Artinya pemerintah harus melakukan perencanaan-pererncanaan dan program-program dan selekasnya dapat diadakan akumulasi kapital. Perencanaan itu paling sedikit harus memliki empat kelompok target, yaitu: 1. Target produksi yang tegas yang menunjukkan kenaikan produksi barang-barang yang diperlukan. 2. Perhitungan anggaran penanaman modal untuk proyek investasi publik seperti jalan, jembatan, listrik air, dsb. 3. Membuat anggaran untuk human investment yang meliputi pengeluaran pemerintah untuk investasi dalam bidang pendidikan dan membuat peraturan yang mengatur kegiatan perseorangan swasta. Aliran kedua “gradual approach”, mengatakan bahwa rintangan pertumbuhan sebaiknya dihilangkan secara bertahap. Yaitu dengan perencanaan yang sedikit saja, industrialisasi dilaksanakan secara perlahan-lahan dan mementingkan mekanisme pasar demi berkembangnya usaha-usaha swasta serta memecahkan masalah pembangunan dengan bertahap. Titik berat kebijakan didalam negeri adalah pada perbaikan di: 1. Bidang pendidikan dan kesehatan, yaitu dengan perluasan bidang pendidikan dan perbaikan makanan. 2. Fasilitas pelayanan umum, yaitu dengan perluasan transportsi, komunikasi, tenaga listrik dan prasaran lainnya. 3. Bidang pertanian, yaitu dengan land reform (redistribusi pemilikan tanah supaya penggunaan tanah lebih efisien dengan memberikan kepada petani luas tanah yang mendekati kemampuan maksimum seorang petani dala mengolah tanah, sehingga mereka dapat mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya dapat langsung dinikmati). Kebijakan pembangunan dalam negeri yang diambil pemerintah juga meliputi Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran dan penawaran. A. Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran, meliputi: 1. KEBIJAKAN FISKAL Yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Atau kebijakan pemerintah yang membuat perubahan dalam bidang per-pajakan (T) dan pengeluaran pemerintah (G) dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran/permintaan agregat dalam perekonomian Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam pemerataan pendapatan. Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK dan SUBSIDI. Menurut pandangan Keynes, kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah sangat penting untuk mengatasi pengangguran. Prosesnya adalah; a. Pengurangan pajak penghasilan → akan menambah daya beli masyarakat dan akan meningkatkan pengeluaran agregat. b. Peningkatan pengeluaran agregat dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa maupun untuk menambah investasi. c. Selanjutnya dlm.masa inflasi atau ketika kegiatan ekonomi telah full employment, langkah sebaliknya harus dilakukan yaitu ; pajak dinaikkan dan pengeluaran pemerintah akan dikurangi. d. Langkah ini akan menurunkan pengeluaran/permintaan agregat dan mengurangi tekanan inflasi. 2. KEBIJAKAN MONETER Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: a. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy. Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. b. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain : a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation). Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. b. Fasilitas Diskonto (Discount Rate). Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. c. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio). Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio. d. Himbauan Moral (Moral Persuasion). Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. Tujuannya adalah: a. menjaga stabilitas ekonomi b. menjaga stabilitas harga c. meningkatkan kesempatan kerja d. memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran Tolak Ukur Stabilitas Moneter Setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah harus memiliki target dan ukuran keberhasilan. Hal ini penting, untuk mengukur atau sebagai acuan, apakah kebijakan tersebut berhasil atau tidak. Dalam perekonomian beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kebijakan moneter adalah : 1. Jumlah Uang Beredar (JUB) 2. Laju inflasi yang cukup rendah terkendali 3. Suku bunga pada tingkat yang wajar 4. Nilai tukar rupiah yang realistis, dan 5. Ekspektasi/harapan masyarakat terhadap moneter Strategi Kebijakan Moneter Untuk mendapatkan indikator moneter seperti disyaratkan di atas, pemerintah yang dalam hal ini otoritas moneter, memerlukan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Secara umum, strategi moneter yang dapat dipilih antara lain adalah : 1. Startegi Kebijakan moneter longgar (Easy Monetary Policy) atau Strategi kebijakan moneter ketat (Tight Monetary Policy) Kebijakan moneter longgar akan ditempuh untuk menggiatkan kembali perekonomian yang sedang lesu, dengan cara mempermudah dan menambah jumlah uang beredar, agar permintaan konsumsi naik. 2. Countercyclical Monetary Policy atau Accomodative Monetary Policy Countercyclical Monetary Policy Untuk memperlunak konjungtur/naik turunnya perekonomian, pemerintah perlu secara aktif malakukan intervensi di pasar uang, yakni dengan melakukan ekspansi moneter disaat perekonomian menghadapi masa resesi dan melakukan konstraksi moneter saat perekonomian mengalami boom/laju yang terlalu cepat. Penjelasan ini dapat dilihat pada gambar berikut 3. Accomodatice Monetery Policy Pendapat kedua mengatakan, bahwa sebaiknya pemerintah menghindari intervensi untuk memperlunak konjungtur perekonomian yang terjadi, dan membiarkannya terjadi secara alami. Pendapat ini didasarkan pada pemikiran: 1. Ekspektasi masyarakat dapat mengalahkan dampak dari variabel-variabel moneter lainnya. Dengan kata lain, masyarakat telah mengantisipasi setiap kebijakan yang akan diterapkan oleh masyarakat. 2. Kebijakan pemerintah tidak dapat memberi dampak secara langsung dan segera. Sebagai contoh; kebijakan moneter longgar yang ekspansif yang diterapkan saat ekonomi lesu/resesi, tidak akan segera kelihatan dampaknya saat itu juga, namun butuh waktu dan itu dapat terjadi justru ketika perekonomian telah mencapai tahap boom. Efektifitas Kebijakan Moneter Yang dimaksud dengan efektifitas kebijakan moneter adalah, sejauh mana kebijakan moneter yang ditempuh pemerintah (apapun bentuknya), memberi dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat, dalam arti : a. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi b. dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat c. dapat meningkatkan kesempatan kerja d. dapat meningkatkan penerimaan devisa negara e. serta memberi pengaruh pada kebijakan makro lainnya Teori yang membicarakan mengenai efektifitas kebijakan moneter ini diantaranya adalah : a. Teori Natural Rate Hypothesis, yang percaya bahwa kebijakan hanya akan efektif dan memberi dampak dalam jangka pendek saja, namun tidak akan efektif untuk jangka panjang. b. Teori Rational Expectation Hypothesis, yang percaya bahwa baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, kebijakan moneter tidak akan efektif untuk memberi pemahaman yang lebih baik mengenai kedua teori tersebut, perhatikan contoh kasus berikut ini. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat, pemerintah akan menempuh kebijakan ekspansif (kebijakan moneter longgar). Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern, antara lain: a. Teori Klasik >< Teori Keynes. Menurut teori Klasik, kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Sedangkan menurut teori Keynes, sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik, disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik, sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. b. Teori klasik modern >< Teori Keynes. Salah satu penganut teori klasik modern, Milton Friedman, mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Kemudian, untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion, target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis, yang disebut dengan constrained discretion. Karena pada dasarnya, dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang murni rules ataupun murni discretion. c. Teori kuantitas >< Teori Keynes.
Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara, sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. Penggunaan sasaran antara, baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang, akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Guna menghindarkan polemik ini, kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan, tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir, otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran, karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor.
d. Teori rational expectations.
Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting, karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek, karena setelah ekspektasi masyarakat berperan, output akan kembali seperti semula. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi ekspektasi masyarakat.
e. Teori moneter modern.
Dalam perkembangan selanjutnya, teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek.
3. KEBIJAKAN NON-FISKAL & NON-MONETER
Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan :
a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
b. mendorong peningkatan efisiensi
c. mengembangkan infra struktur
d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif
B. Kebijakan dari segi/aspek penawaran :
1. Kebijakan pendapatan (Income Policy) yaitu kebijakan pemerintah yg. dilaksanakan dng.tujuan untuk mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.
2. Melaksanakan usaha swastanisasi, dng.tujuan me-ningkatkan efisiensi.
3. Mendorong persaingan yang lebih sempurna, dengan melakukan deregulasi berbagai aturan yang dapat mengendalikan efek monopoli atau semi monopoli yang tidak efisien. Misal pemberian insentif oleh pemerintah (berupa pengurangan pajak atau pembebasan pajak) dalam rangka inovasi teknologi atau perbaikan mutu produksi.
B. KEBIJAKAN EKONOMI LUAR NEGERI
Biasanya negara sedang berkembang melaksanakan kebijaksanaan perdangan internasional untuk melindungi industri dalam negerinya dengan proteksi, subsidi, dan multiple exchange rate. Kebijakan ekonomi luar negeri juga meliputi:
1. Investasi asing swasta, bisa berbentuk investasi langsung dengan membeli saham-saham perusahaan dinegara berkembang.
2. Investasi asing pemerintah, berupa pinjaman dan hadiah dari pemerintah asing atau badan internasional.
3. Kebijaksanaan tata niaga untuk pengembangan sektor industri. Dengan cara:
a. Pola ekspor. Pengaturan dilakuan untuk mendukung arah pola tata niaga yang mampu mendatangkan bahan mentah, bahan pendorong maupun keahlian.
b. Pola pasar dalam negeri dengan pengaturan tata niaga yang mendukung persaingan bebas agar mutu produksi dalam negeri dapat segera meningkat.
c. Tarif. Pengenaan tarif akan mengundang impor barang jadi dan sebaliknya pembebanan tarif pada barang yang disusulkan industri hilir akan menyebabkan impor yang diusulkan industri hilir. Karena pembebanan tarif pada seluruh rantai industri tidak mungkin dilakukan, maka pembebanan tarif harus selektif.
d. Quota. Dilakukan untuk membatasi impor. Dari segi kuantittas kuota lebih efektif dalam membatasi jumlah barang yang diimpor, sehingga mengakibatkan tingginya harga barang dan terbatasnya jumlah barang.
e. Penunjukan importir oleh pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi atau mengontrol jumlah barang impor yang masuk, tetapi bukan karena adanya kuota.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincolin. 1992. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta:STIE YKPN
Djojohadikusumo, Sumitro. 1975. Ekonomi Indonesia. Bandung.
Herrick dan Kindleberger. 1983. Economic Development. Tokyo: McGraw Hill Kogakhusa.
Irawan dan suparmoko. 1987. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta. Liberty.
Sukirno, Sadono. 1981. Ekonomi Pembangunan. Medan: Berta Gerat.
Suwarsono dan Alvin. 2000. Pembangunan dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES.
MASALAH DAN HAMBATAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Identifikasi masalah - masalah pembangunan dimaksudkan untuk mempercepat upaya pembangunan di negara-negara berkembang. Masalah-masalah yang teridentifikasi adalah faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi, ketimpangan distribusi pendapatan, kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan dan beban ketergantungan.
1. KEMISKINAN
Untuk memahami lebih jauh persoalan kemiskinan ada baiknya memunculkan beberapa kosakata standar dalam kajian kemiskinan (Friedmann, 1992: 89) sebagai berikut :
a. Powerty line (garis kemiskinan). Yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum yang dapat diterima secara sosial.
b. Absolute and relative poverty (kemiskinan absolut dan relatif). Yaitu kemiskinan yang jatuh dibawah standar konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada kebaikan. Sedangkan relatif adalah kemiskinan yang eksis di atas garis kemiskinan absolut yang sering dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok miskin dan kelompok non miskin berdasarkan income relatif.
c. Deserving poor adalah kaum miskin yang mau peduli dengan harapan orang-orang non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau menerima pekerjaan apa saja demi memperoleh upah yang ditawarkan.
d. Target population, populasi sasaran adalah kelompok orang tertentu yang dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta program pemerintah. Mereka dapat berupa rumah tangga yang dikepalai perempuan, anak-anak, buruh tani yang tak punya lahan, petani tradisional kecil, korban perang dan wabah, serta penghuni kampung kumuh perkotaan.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Secara sosio ekonomis, terdapat dua bentuk kemiskinan, yaitu :
1. Kemiskinan absolut adalah suatu kemiskinan di mana orang-orang miskin memiliki tingkat pendapatan dibawah garis kemiskinan, atau jumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, kebutuhan hidup minimum antara lain diukur dengan kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan dan pendidikan, kalori, GNP per kapita, pengeluaran konsumsi dan lain-lain.
2. Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang dilihat berdasarkan perbandingan antara suatu tingkat pendapatan dengan tingkat pendapatan lainnya. Contohnya, seseorang yang tergolong kaya (mampu) pada masyarakat desa tertentu bisa jadi yang termiskin pada masyarakat desa yang lain.
Di samping itu terdapat juga bentuk-bentuk kemiskinan yang sekaligus menjadi faktor penyebab kemiskinan (asal mula kemiskinan). Ia terdiri dari:
3. Kemiskinan natural adalah keadaan miskin karena dari awalnya memang miskin. Kelompok masyarakat tersebut menjadi miskin karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia maupun sumberdaya pembangunan, atau kalaupun mereka ikut serta dalam pembangunan, mereka hanya mendapat imbalan pendapatan yang rendah. Menurut Baswir (1997: 21) kemiskinan natural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh faktor-faktor alamiah seperti karena cacat, sakit, usia lanjut atau karena bencana alam.
4. Kemiskinan kuktural mengacu pada sikap hidup seseorang atau kelompok masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan budaya di mana mereka merasa hidup berkecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok masyarakat seperti ini tidak mudah untuk diajak berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mau berusaha untuk memperbaiki dan merubah tingkat kehidupannya. Akibatnya tingkat pendapatan mereka rendah menurut ukuran yang dipakai secara umum.
5. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh faktor-faktor buatan manusia seperti kebijakan ekonomi yang tidak adil, distribusi aset produksi yang tidak merata, korupsi dan kolusi serta tatanan ekonomi dunia yang cenderung menguntungkan kelompok masyarakat tertentu. Selanjutnya Sumodiningrat (1998: 27) mengatakan bahwa munculnya kemiskinan struktural disebabkan karena berupaya menanggulangi kemiskinan natural, yaitu dengan direncanakan bermacam-macam program dan kebijakan.
2. PENGANGGURAN
Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan masalah klasik. Di satu sisi kelebihan angkatan kerja dan di sisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang trampil dan produktif. Pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif. Bila tingkat ketergantungan semakin besar akan berdampak persoalan sosial, politik, dan meningkatnya kriminalitas. Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi melambat dan tingkat kesejahteraan masyarakat turun.
A. Jenis-jenis Pengangguran
Jenis Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut, yaitu terdiri dari:
a. Pengangguran normal atau friksional
b. Pengangguran siklikal
c. Pengangguran struktural
d. Pengangguran teknologi
Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:
1. Pengangguran terbuka
2. Pengangguran tersembunyi
3. Pengangguran musiman
4. Setengah menganggur
B. Dampak Pengangguran.
1. Bagi perekonomian
a. Masyarakat tidak dapat memaksimumkan tingkat kesejahteraan yang mungkin dicapainya.
b. Pendapatan pajak pemerintah berkurang.
c. Menghambat pertumbuhan ekonomi.
2. Terhadap Individu dan Masyarakat
a. Kehilangan mata pencaharian dan pendapatan
b. Kehilangan atau berkurangnya keterampilan
c. Menimbulkan ketidak-stabilan sosial dan politik
3. INFLASI
Inflasi (inflation) adalah suatu gejala dimana tingkat harga mengalami kenaikan terus menerus. Berdasarkan definisi tersebut, kenaikan harga umum yang terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.
A. Sebab-sebab timbulnya inflasi:
1. Pandangan Keynes
a. Jumlah uang beredar (Ms) hanyalah salah satu faktor penentu tingkat harga.
b. Dalam jangka pendek Agregate Demand (C, I, G) dan pajak (T) juga mempengaruhi inflasi.
2. Pandangan Aliran Ekspektasi Rasional dan Ekonomi sisi Penawaran
a. Ratex percaya bahwa inflasi merupakan fenomena moneter dan Jumlah Uang Beredar merupakan kunci untuk mencapai stabilitas harga.
b. Ekonomi sisi penawaran; inflasi sebagai fenomena moneter, pembatasan moneter untuk mengurangi inflasi, juga penurunan tarif pajak sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan penawaran agregat sehingga tingkat inflasi dapat dikurangi.
3. Pandangan Kaum Strukturalis
a. Disebabkan adanya kendala atau kekakuan struktural :
b. Kendala penawaran bahan pangan yang bersifat inelastis.
c. Kendala devisa.
d. Kendala fiskal.
e. Inflasi merupakan suatu yang inherent di dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri.
B. Jenis Inflasi
1. Inflasi tarikan permintaan (demand-pullinflation)/inflasi sisi permintaan (demand-side inflation)/inflasi karena guncangan permintaan (demand-shockinflation). Yaitu inflasi yang disebabkan sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat (AD) yang terlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi agregat.
2. Inflasi dorongan biaya (Cost-pushinflation)/inflasi sisi penawaran (supplyside inflation)/inflasi karena guncangan penawaran (supply-shock inflation). Yaitu
a. Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingankan dengan produktivitas dan efisiensi, yang menyebabkan perusahaan mengurangi supply barang dan jasa mereka ke pasar.
b. Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya restriksi terhadap penawaran dari satu atau lebih sumberdaya.
c. Inflasi yang terjadi apabila harga dari satu atu lebih sumberdaya mengalami kenaikan atau dinaikkan.
3. Inflasi struktural (structural inflation). Yaitu inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya berbagai kendala atau kekauan strural yang menyebabkan penawaran didalam perekonomian menjadi kurang atau tidak responsif terhadap permintaan yang meningkat
Jenis-jenis Inflasi dilihat dari tingkat keparahannya yaitu
1. Inflasi sedang (moderate inflation) yaitu inflasi yang ditandai dengan harga-harga yang meningkat lambat, dan tidak terlalu menimbulkan distorsi pada pendapatan dan harga relatif;
2. Inflasi ganas (galloping inflation) yaitu inflasi yang mencapai antara dua atau tiga digit.
3. Hiperinflasi (hyperinflation) adalah tingkat inflasi yang sangat parah, bisa mencapai ribuan bahkan milyar persen per tahun, merupakan jenis inflasi yang mematikan.
C. Dampak Inflasi
Efek redistribusi dari inflasi adalah:
a. Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang yang berpendapatan tetap,
b. Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang,
c. Memperburuk pembagian kekayaan,
d. Penurunan dalam efisiensi ekonomi,
e. Perubahan-perubahan di dalam output dan kesempatan kerja,
f. Menciptakan lingkungan yang tidak stabil,
g. Inflasi cenderung memperendah tingkat bunga riil, menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di pasar modal,
h. Hal ini akan menyebabkan penawaran dana untuk investasi menurun, dan sebagai akibatnya, investasi sektor swasta teretekan sampai ke bawah tingkat keseimbangannya, yang disebabkan oleh terbatasnya penawaran dana yang dapat dipinjamkan
i. Selama inflasi menuntun ke arah tingkat bunga riil yang rendah dan ketidakseimbangan pasar modal, maka inflasi tersebut akan menurunkan investasi dan pertumbuhan.
Pengalaman menunjukkan inflasi yang tidak stabil mengakibatkan masyarakat kesulitan dlm berkonsumsi, berinvestasi, dan berproduksi. Akibat selanjutnya ‘menurunkan pertumbuhan ekonomi’. Jika tingkat inflasi dalam negeri lebih tinggi dari negara lain, dampaknya:
Tingkat suku bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif dan memberikan tekanan pada nilai mata uang dalam negeri
4. NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL (NPI)
Yang menjadi sorotan dalam NPI adalah ‘Neraca Transaksi Berjalan’ (current account), yaitu merupakan gabungan antara Neraca Perdagangan (ekspor – impor) dan Neraca Jasa yang mencakup jasa faktor produksi dan jasa non faktor produksi.
Neraca Pembayaran dapat DEFISIT jika IMPOR > EKSPOR
Neraca Pembayaran dapat SURPLUS jika EKSPOR > IMPOR
5. KURS ( Nilai Tukar Mata Uang ). Seperti halnya inflasi, kestabilan kurs sangat penting Jika kurs tidak stabil akan mengganggu roda perekonomian negara, hal ini dikarenakan pelaku ekonomi kesulitan dalam mengambil keputusan ekonominya.
6. PERTUMBUHAN EKONOMI
Dapat diartikan suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kenaikan (pertumbuhan) PDB (Produk Domestik Bruto). Pemerintah berusaha menciptakan iklim perekonomian yang prospektif untuk memacu pertumbuhan perekonomian, tetapi banyak masalah yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak optimal, diantaranya kombinasi produksi yang terbatas. Misalnya ingin menciptakan swa-sembada beras tetapi tidak didukung dengan produksi komoditas pengganti beras, akibatnya selalu kekurangan produksi.
1. KEMISKINAN
Untuk memahami lebih jauh persoalan kemiskinan ada baiknya memunculkan beberapa kosakata standar dalam kajian kemiskinan (Friedmann, 1992: 89) sebagai berikut :
a. Powerty line (garis kemiskinan). Yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum yang dapat diterima secara sosial.
b. Absolute and relative poverty (kemiskinan absolut dan relatif). Yaitu kemiskinan yang jatuh dibawah standar konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada kebaikan. Sedangkan relatif adalah kemiskinan yang eksis di atas garis kemiskinan absolut yang sering dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok miskin dan kelompok non miskin berdasarkan income relatif.
c. Deserving poor adalah kaum miskin yang mau peduli dengan harapan orang-orang non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau menerima pekerjaan apa saja demi memperoleh upah yang ditawarkan.
d. Target population, populasi sasaran adalah kelompok orang tertentu yang dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta program pemerintah. Mereka dapat berupa rumah tangga yang dikepalai perempuan, anak-anak, buruh tani yang tak punya lahan, petani tradisional kecil, korban perang dan wabah, serta penghuni kampung kumuh perkotaan.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Secara sosio ekonomis, terdapat dua bentuk kemiskinan, yaitu :
1. Kemiskinan absolut adalah suatu kemiskinan di mana orang-orang miskin memiliki tingkat pendapatan dibawah garis kemiskinan, atau jumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, kebutuhan hidup minimum antara lain diukur dengan kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan dan pendidikan, kalori, GNP per kapita, pengeluaran konsumsi dan lain-lain.
2. Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang dilihat berdasarkan perbandingan antara suatu tingkat pendapatan dengan tingkat pendapatan lainnya. Contohnya, seseorang yang tergolong kaya (mampu) pada masyarakat desa tertentu bisa jadi yang termiskin pada masyarakat desa yang lain.
Di samping itu terdapat juga bentuk-bentuk kemiskinan yang sekaligus menjadi faktor penyebab kemiskinan (asal mula kemiskinan). Ia terdiri dari:
3. Kemiskinan natural adalah keadaan miskin karena dari awalnya memang miskin. Kelompok masyarakat tersebut menjadi miskin karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia maupun sumberdaya pembangunan, atau kalaupun mereka ikut serta dalam pembangunan, mereka hanya mendapat imbalan pendapatan yang rendah. Menurut Baswir (1997: 21) kemiskinan natural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh faktor-faktor alamiah seperti karena cacat, sakit, usia lanjut atau karena bencana alam.
4. Kemiskinan kuktural mengacu pada sikap hidup seseorang atau kelompok masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan budaya di mana mereka merasa hidup berkecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok masyarakat seperti ini tidak mudah untuk diajak berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mau berusaha untuk memperbaiki dan merubah tingkat kehidupannya. Akibatnya tingkat pendapatan mereka rendah menurut ukuran yang dipakai secara umum.
5. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh faktor-faktor buatan manusia seperti kebijakan ekonomi yang tidak adil, distribusi aset produksi yang tidak merata, korupsi dan kolusi serta tatanan ekonomi dunia yang cenderung menguntungkan kelompok masyarakat tertentu. Selanjutnya Sumodiningrat (1998: 27) mengatakan bahwa munculnya kemiskinan struktural disebabkan karena berupaya menanggulangi kemiskinan natural, yaitu dengan direncanakan bermacam-macam program dan kebijakan.
2. PENGANGGURAN
Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan masalah klasik. Di satu sisi kelebihan angkatan kerja dan di sisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang trampil dan produktif. Pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif. Bila tingkat ketergantungan semakin besar akan berdampak persoalan sosial, politik, dan meningkatnya kriminalitas. Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi melambat dan tingkat kesejahteraan masyarakat turun.
A. Jenis-jenis Pengangguran
Jenis Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut, yaitu terdiri dari:
a. Pengangguran normal atau friksional
b. Pengangguran siklikal
c. Pengangguran struktural
d. Pengangguran teknologi
Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:
1. Pengangguran terbuka
2. Pengangguran tersembunyi
3. Pengangguran musiman
4. Setengah menganggur
B. Dampak Pengangguran.
1. Bagi perekonomian
a. Masyarakat tidak dapat memaksimumkan tingkat kesejahteraan yang mungkin dicapainya.
b. Pendapatan pajak pemerintah berkurang.
c. Menghambat pertumbuhan ekonomi.
2. Terhadap Individu dan Masyarakat
a. Kehilangan mata pencaharian dan pendapatan
b. Kehilangan atau berkurangnya keterampilan
c. Menimbulkan ketidak-stabilan sosial dan politik
3. INFLASI
Inflasi (inflation) adalah suatu gejala dimana tingkat harga mengalami kenaikan terus menerus. Berdasarkan definisi tersebut, kenaikan harga umum yang terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.
A. Sebab-sebab timbulnya inflasi:
1. Pandangan Keynes
a. Jumlah uang beredar (Ms) hanyalah salah satu faktor penentu tingkat harga.
b. Dalam jangka pendek Agregate Demand (C, I, G) dan pajak (T) juga mempengaruhi inflasi.
2. Pandangan Aliran Ekspektasi Rasional dan Ekonomi sisi Penawaran
a. Ratex percaya bahwa inflasi merupakan fenomena moneter dan Jumlah Uang Beredar merupakan kunci untuk mencapai stabilitas harga.
b. Ekonomi sisi penawaran; inflasi sebagai fenomena moneter, pembatasan moneter untuk mengurangi inflasi, juga penurunan tarif pajak sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan penawaran agregat sehingga tingkat inflasi dapat dikurangi.
3. Pandangan Kaum Strukturalis
a. Disebabkan adanya kendala atau kekakuan struktural :
b. Kendala penawaran bahan pangan yang bersifat inelastis.
c. Kendala devisa.
d. Kendala fiskal.
e. Inflasi merupakan suatu yang inherent di dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri.
B. Jenis Inflasi
1. Inflasi tarikan permintaan (demand-pullinflation)/inflasi sisi permintaan (demand-side inflation)/inflasi karena guncangan permintaan (demand-shockinflation). Yaitu inflasi yang disebabkan sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat (AD) yang terlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi agregat.
2. Inflasi dorongan biaya (Cost-pushinflation)/inflasi sisi penawaran (supplyside inflation)/inflasi karena guncangan penawaran (supply-shock inflation). Yaitu
a. Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingankan dengan produktivitas dan efisiensi, yang menyebabkan perusahaan mengurangi supply barang dan jasa mereka ke pasar.
b. Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya restriksi terhadap penawaran dari satu atau lebih sumberdaya.
c. Inflasi yang terjadi apabila harga dari satu atu lebih sumberdaya mengalami kenaikan atau dinaikkan.
3. Inflasi struktural (structural inflation). Yaitu inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya berbagai kendala atau kekauan strural yang menyebabkan penawaran didalam perekonomian menjadi kurang atau tidak responsif terhadap permintaan yang meningkat
Jenis-jenis Inflasi dilihat dari tingkat keparahannya yaitu
1. Inflasi sedang (moderate inflation) yaitu inflasi yang ditandai dengan harga-harga yang meningkat lambat, dan tidak terlalu menimbulkan distorsi pada pendapatan dan harga relatif;
2. Inflasi ganas (galloping inflation) yaitu inflasi yang mencapai antara dua atau tiga digit.
3. Hiperinflasi (hyperinflation) adalah tingkat inflasi yang sangat parah, bisa mencapai ribuan bahkan milyar persen per tahun, merupakan jenis inflasi yang mematikan.
C. Dampak Inflasi
Efek redistribusi dari inflasi adalah:
a. Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang yang berpendapatan tetap,
b. Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang,
c. Memperburuk pembagian kekayaan,
d. Penurunan dalam efisiensi ekonomi,
e. Perubahan-perubahan di dalam output dan kesempatan kerja,
f. Menciptakan lingkungan yang tidak stabil,
g. Inflasi cenderung memperendah tingkat bunga riil, menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di pasar modal,
h. Hal ini akan menyebabkan penawaran dana untuk investasi menurun, dan sebagai akibatnya, investasi sektor swasta teretekan sampai ke bawah tingkat keseimbangannya, yang disebabkan oleh terbatasnya penawaran dana yang dapat dipinjamkan
i. Selama inflasi menuntun ke arah tingkat bunga riil yang rendah dan ketidakseimbangan pasar modal, maka inflasi tersebut akan menurunkan investasi dan pertumbuhan.
Pengalaman menunjukkan inflasi yang tidak stabil mengakibatkan masyarakat kesulitan dlm berkonsumsi, berinvestasi, dan berproduksi. Akibat selanjutnya ‘menurunkan pertumbuhan ekonomi’. Jika tingkat inflasi dalam negeri lebih tinggi dari negara lain, dampaknya:
Tingkat suku bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif dan memberikan tekanan pada nilai mata uang dalam negeri
4. NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL (NPI)
Yang menjadi sorotan dalam NPI adalah ‘Neraca Transaksi Berjalan’ (current account), yaitu merupakan gabungan antara Neraca Perdagangan (ekspor – impor) dan Neraca Jasa yang mencakup jasa faktor produksi dan jasa non faktor produksi.
Neraca Pembayaran dapat DEFISIT jika IMPOR > EKSPOR
Neraca Pembayaran dapat SURPLUS jika EKSPOR > IMPOR
5. KURS ( Nilai Tukar Mata Uang ). Seperti halnya inflasi, kestabilan kurs sangat penting Jika kurs tidak stabil akan mengganggu roda perekonomian negara, hal ini dikarenakan pelaku ekonomi kesulitan dalam mengambil keputusan ekonominya.
6. PERTUMBUHAN EKONOMI
Dapat diartikan suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kenaikan (pertumbuhan) PDB (Produk Domestik Bruto). Pemerintah berusaha menciptakan iklim perekonomian yang prospektif untuk memacu pertumbuhan perekonomian, tetapi banyak masalah yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak optimal, diantaranya kombinasi produksi yang terbatas. Misalnya ingin menciptakan swa-sembada beras tetapi tidak didukung dengan produksi komoditas pengganti beras, akibatnya selalu kekurangan produksi.
Langganan:
Komentar (Atom)